Pasien Pengawasan Korona di Bekasi Bertambah Jadi 24 Orang

Wisnu Yusep, Jurnalis
Selasa 10 Maret 2020 18:44 WIB
Foto Ilustrasi Okezone
Share :

BEKASI - Jumlah pasien dalam pengawasan terkait virus korona atau Covid-19 di Kota Bekasi bertambah menjadi 24 orang. Sebelumnya, ada sekitar 18 pasien ODP.

"Kalau saat ini berdasarkan pemantauan ada peningkatan. Mengenai data nanti di share (dibagikan), terakhir 18 (ODP) itu akan kita ekspose kembali untuk menginformasikan ke masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Roholawati, Selasa (10/3/2020).

Namun demikian, wanita yang biasa disapa bunda itu tak merinci mengenai pasien ODP yang bertambah itu. Pun mengenai usia para pasien ODP itu.

"Jadi (penambahan) sekitar enam ya, kalau tidak pas (datanya) jangan salahin, (usia) bervariasi," jelas dia.

 Baca juga: Pasien Virus Korona Covid-19 Kembali Bertambah, Total 27 Orang

Sebelumnya, ada sekitar 18 warga di Kota Bekasi yang tersebar di 12 kecamatan dalam pengawasan Dinkes Kota Bekasi.

"Ada beberapa wilayah kita, sedang dalam pemantauan puskesmas, sudah dipantau oleh dinas kesehatan," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Sejauh ini, kata Rahmat, Dinkes Kota Bekasi telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Sulianti dan rumah sakit lainnya. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

"Sudah ada yang dicek beberapa orang dan negatif juga. Nah, 18 sisanya itu masih dalam pengawasan," ungkap Rahmat.

Baca juga: Berpotensi Menularkan Virus, RSPI Pertimbangkan Penggunaan Handphone bagi Pasien Korona

Menurut Rahmat, pihaknya telah bekerja sama dengan unsur tiga pilar jika kemungkinan adanya penindakan. Dia mengimbau masyarakat agar tidak terlalu panik dalam menyikapi persoalan wabah virus korona.

"Sebenarnya tidak perlu khawatir. Kita hidup bersih kita melakukan upaya-upaya kepada masyarakat dan Pemkot Bekasi sudah membuat surat edaran terkait korona," kata dia.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya