Cegah Virus Korona, Penumpang di Bandara Manado Diperiksa secara Ketat

Subhan Sabu, Jurnalis
Selasa 10 Maret 2020 09:33 WIB
Penanganan virus korona di bandara. (Foto: Dok Okezone/Heru Haryono)
Share :

MANADO – Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengatakan langkah-langkah pencegahan virus korona (Covid-19) yang dilakukan pihak Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado sudah sangat baik. Mereka dinilai telah menjalankannya secara ketat sesuai prosedur tetap.

"GM sini dalam penanganan korona sesuai protap. Tadinya orang yang berkunjung ke sini (Sulut) kalau dilaksanakan pemeriksaan itu agak rikuh, tapi lama-lama kalau dari luar (luar negeri) yang datang ke sini mereka senang-senang, artinya kita tanggap menangani korona ini," jelas Olly, Senin 9 Maret 2020.

Baca juga: RSUD Moewardi Solo Terima 2 Pasien Diduga Gejala Virus Korona 

Oleh karena itu, ia meminta kepada pihak Bandara Sam Ratulangi Manado untuk tidak ragu-ragu melaksanakan peraturan sehingga tamu-tamu dari luar yang datang berkunjung ke Sulut menjadi tidak ragu.

"Justru kalau kita tidak laksanakan itu dan banyak lolos, biasanya orang jadi ragu. Sama seperti orang ragu kenapa baru sekarang ada korona di Indonesia. nanti mereka ragu lagi kenapa di Manado banyak turis China datang tapi tidak ada korona," ujarnya.

Dia juga bersyukur sejak 21 Februari 2020 turis China tidak lagi masuk ke Sulut. Jauh hari sebelum pemerintah menutup pintu bagi turis China, Manado sudah lebih dahulu melakukannya.

"Kita di Manado tanggal 21 sudah inisiatif kerja sama dengan travel/biro yang mengantar turis. Kita sudah minta stop dulu turis masuk. Kita 10 hari lebih dahulu sudah laksanakan itu," ucapnya.

Baca juga: Wabah Covid-19 Makin Ganas, Italia Tutup Seluruh Wilayahnya 

GM Bandara Sam Ratulangi Manado Minggus ET Gandeguai mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan semua instansi terkait dalam rangka meningkatkan keamanan dan kenyamanan.

"Dengan koordinasi ini pengawasan yang dilakukan bukan hanya kepada penumpang, tetapi juga terhadap barang yang akan masuk ke bandara dalam rangka mencegah masuknya virus dari negara lain," katanya.

Sementara Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Manado Yohanis Patari mengatakan upaya pencegahan dilakukan dengan cara pendeteksian dan mengamati setiap penumpang yang tiba dari China.

Petugas selalu menggunakan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) yang sudah terpasang di area kedatangan internasional Bandara Sam Ratulangi Manado.

Baca juga: Anies Diminta Pertimbangkan Usulan Penundaan Formula E Dampak Virus Korona 

"Sehingga jika terdeteksi suhu tubuh di atas 38 derajat maka akan kami bawa ke ruang karantina untuk diobservasi lebih lanjut," jelasnya.

Selain thermal scanner, KKP Kelas II Manado juga memiliki alat thermometer infra red dan kapsul evakuasi yang digunakan apabila terdapat penumpang di bandara yang terdeteksi memiliki suhu tubuh di atas 38 derajat Celsius.

Baca juga: 19 Orang Positif Korona di Indonesia, Warga Diimbau Rutin Cuci Tangan 

"Evakuasi dari bandara ke rumah sakit menggunakan kapsul itu. Alat baru yang dipasang itu adalah kelengkapan ruang isolasi, ada namanya evafilter untuk mengamankan situasi di dalam ruangan," paparnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak perlu takut terhadap virus korona. Penyakit tersebut memang cepat menular, tapi tingkat kematiannya sangat rendah.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya