KAIRO - Mesir memberlakukan jam malam dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona atau Covid-19.
Perdana Menteri Mesir Moustafa Madbouly pada Selasa, 24 Maret, mengatakan jam malam berlaku secara nasional mulai jam 7 malam sampai jam 6 pagi per Rabu (25/3/2020).
Mesir melaporkan 366 kasus dan 21 kematian, termasuk dua perwira militer senior.
Baca juga: Pandemi Virus Corona Mengurangi Solidaritas Negara-Negara Uni Eropa
Baca juga: 743 Orang Meninggal karena Virus Corona Dalam Sehari di Italia
Madbouly juga mengumumkan tetap menutup bandara, sekolah dan universitas sampai 12 April.
Dia mengatakan toko-toko dan mal-mal akan tutup pada Jumat dan Sabtu dan hanya buka dari jam 7 pagi sampai jam 5 malam. Namun toko bahan makanan, toko roti, dan apotek tetap buka.
"Kami bertujuan untuk melindungi keluarga dan warga kami di seluruh Mesir," kata Madbouly mengutip AP.
"Ada langkah-langkah lebih ketat yang akan kami ambil sesuai dengan perkembangan," lanjutnya.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sissi memohon kepada warganya untuk bekerja sama dengan pemerintah dan menanggapi secara positif langkah-langkah yang diambil untuk membendung penyebaran virus.
"Saya yakin bahwa orang-orang Mesir yang hebat akan merespons secara positif langkah-langkah ini, untuk melindungi keamanan dan keselamatan Mesir kita yang tercinta," cuit Presiden el-Sisi.
(Rachmat Fahzry)