JAKARTA – Kasus positif Covid-19 di Indonesia hingga, Minggu (19/4/2020) pukul 16.00 WIB mencapai 6.575 orang dan tersebar di 34 provinsi. Jumlah pasien sembuh dari virus corona juga terus bertambah dan kini mencapai 686 orang.
Juru Bicara Pemerintah untuk Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, pasien yang sembuh dari Covid-19 sudah melewati dua kali tes laboratorium dan hasilnya negatif.
"Kriteria sembuh adalah sembuh berdasarkan laboratorium 2 kali negatif dan keluhan klinis tidak ada lagi," kata Yurianto dalam konferensi pers online di Graha BNPB, Jakarta.
Jumlah pasien positif corona di Indonesia bertambah 327 dibandingkan data sehari sebelumnya. Ini diketahui dari hasil uji 42.219 menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) di 35 laboratorium. Hasilnya 35.644 negatif dan 6.575 positif Covid-19.
Pasien sembuh juga bertambah 55 jadi 686 orang dan yang meninggal kini total 582 orang, betambah 47 orang.
Penambahan kasus ini menjadi indikator bahwa penularan Covid-19 sangat masif. Oleh karena itu, pemerintah minta masyarakat mematuhi protokol kesehatan demi memutus rantai penyebaran corona.
"Mari kita lawan Covid-19 dengan tingkatkan imunitas diri kita, makan yang bergizi, sabar dan tenang, istirahat yang cukup dan teratur, tidak panik dan jaga perasaan kita tetap bergembira, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan memakai sabun dengan air yang mengalir, tetap di rumah, tetap produktif di rumah," kata Yuri.
Gugus Tugas merincikan 6.575 kasus positif corona di Indonesia, sebagai berikut;
Aceh tujuh kasus, Bali 135 kasus, Banten 324 kasus, Bangka Belitung tujuh kasus, Bengkulu empat kasus, Yogyakarta 67 kasus, DKI Jakarta 3.032 kasus.
Kemudian di Jambi delapan kasus, Jawa Barat 696 kasus, Jawa Tengah 349 kasus, Jawa Timur 590 kasus, Kalimantan Barat 21 kasus, Kalimantan Timur 59 kasus, Kalimantan Tengah 46 kasus, Kalimantan Selatan 96 kasus, dan Kalimantan Utara 69 kasus.
Selanjutnya, di Kepulauan Riau 79 kasus, Nusa Tenggara Barat 61 kasus, Sumatera Selatan 89 kasus, Sumatera Barat 72 kasus, Sulawesi Utara 20 kasus, Sumatera Utara 81 kasus, dan Sulawesi Tenggara 37 kasus.
Adapun di Sulawesi Selatan 370 kasus, Sulawesi Tengah 27 kasus, Lampung 26 kasus, Riau 30 kasus, Maluku Utara empat kasus, Maluku 17 kasus, Papua Barat tujuh kasus, Papua 107 kasus, Sulawesi Barat tujuh kasus, Nusa Tenggara Timur satu kasus, Gorontalo empat kasus dan dalam proses verifikasi lapangan 26 kasus. (sal)
(Hantoro)