Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serbu Ceuta, 49 Ribu Migran Ilegal dari Maroko Berhasil Masuki Spanyol

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 01 Agustus 2026 |00:05 WIB
Serbu Ceuta, 49 Ribu Migran Ilegal dari Maroko Berhasil Masuki Spanyol
Banyak imigran berusia muda yang berenang menyeberang ke Ceuta. (Foto: EPA)
A
A
A

MADRID - Sekitar 49.000 migran telah menyeberang ke Ceuta, wilayah kantong milik Spanyol di Afrika Utara, dari Maroko dalam 24 jam terakhir melalui jalur darat dan laut, menurut perkiraan para pejabat. Video dan gambar menunjukkan ribuan orang berenang memasuki kota pada Kamis (30/7/2026), sementara media lokal melaporkan penyeberangan terus berlanjut sepanjang malam.

Para pejabat mengatakan setidaknya 18 orang telah meninggal saat mencoba mencapai wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.

Hal ini terjadi setelah Mahkamah Agung Spanyol memutuskan bulan ini bahwa migran yang dihentikan di laut saat mencoba mencapai Ceuta atau Melilla, wilayah eksklave Spanyol lainnya, tidak dapat dikembalikan begitu saja ke Maroko.

Ceuta, di pantai utara Maroko, dipisahkan dari daratan Spanyol oleh Selat Gibraltar dan telah lama menjadi pusat perhatian bagi para migran yang mencoba mencapai Eropa.

Para pejabat setempat telah meminta bantuan kepada Madrid setelah peningkatan upaya penyeberangan baru-baru ini, tetapi terjadi kekacauan pada Kamis karena kontrol perbatasan tampaknya gagal.

Perkiraan yang mengejutkan dari para pejabat Spanyol menunjukkan bahwa jumlah migran yang memasuki Ceuta dalam satu atau dua hari terakhir bisa lebih dari setengah populasi kota tersebut—yang berjumlah sekitar 83.600 jiwa, menurut angka lokal terbaru, sebagaimana dilansir BBC

Spanyol kemudian mengerahkan angkatan bersenjatanya untuk memperkuat keamanan di Ceuta dan kota kembarnya, Melilla, di mana antara 300 hingga 400 penyeberangan juga dilaporkan terjadi semalam.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement