JAMBI - Kasus positif virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi kembali bertambah. Berdasarkan data 21 April 2020, kasus positif di Provinsi Jambi bertambah 5 kasus, 4 di antaranya di Kota Jambi. Sementara 1 kasus positif lainnya dari Kabupaten Merangin.
Sebelumnya terdapat 7 kasus positif corona di Provinsi Jambi. Sehingga total kasus positif Covid-19 kini berjumlah 12 kasus.
Wali Kota Jambi Syarif Fasha mengatakan, inisial pasien positif Covid-19, pertama TY, kasus 03 Kota Jambi, berjenis kelamin perempuan umur 50 tahun, istri dari Y dari Klaster Gowa, Sulawesi Selatan.
Kedua inisial MY, kasus 04 Kota Jambi, berjenis kelamin perempuan umur 21 tahun, anak Y dari klaster Gowa.
"Ketiga, yakni MH kasus 05 Kota Jambi, jenis kelamin laki-laki usia 56 tahun, juga merupakan klaster Gowa. Terakhir atau empat, yakni FD kasus 06 Kota Jambi, jenis kelamin perempuan umur 54 tahun yang merupakan kontak erat MH atau istrinya MH," tukas Fasha.
Baca juga: 1 Keluarga di Bengkulu Dinyatakan Positif Covid-19
Kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Jambi sampai hari ini berjumlah 6 kasus. Sementara itu, jumlah kasus orang dalam pengawasan (ODP) di berjumlah 202 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) 14 orang.
“Semua kasus tersebut dirawat di rumah sakit Pemerintah Kota Jambi," imbuh Fasha.
Dia menambahkan, pihaknya sudah melakukan kurang lebih 400 rapid test dari kluster Gowa, yakni keluarga dan jemaah serta kontak tracking. Rapid test juga dilakukan untuk petugas medis dan paramedis serta ODP denngan jumlah 300 orang.
"Jadi saat ini Kota Jambi sudah melakukan rapid test lebih kurang 700 orang lebih yang hasilnya, yaitu PDP 14 dengan 6 orang positif," ujarnya.
Wali Kota berpesan kepada warga Kota Jambi, khususnya para jamaah dan keluarga jamaah yang ikut tabligh akbar ke Gowa, untuk memiliki kesadaran dan melapor kepada petugas medis.
"Kepada pihak keluarga untuk segera menghubungi pihak-pihak pemerintahan seperti lurah, camat atau puskesmas terdekat untuk dilakukan rapit test," ujarnya.
"Kalau anda malu karena petugas datang ke rumah anda dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, disarankan untuk mendatangi puskesmas yang nanti identitas anda akan dirahasiakan, kemudian dilakukan rapid test di puskesmas tersebut," tukas Fasha.
Jika ternyata positif, pihaknya akan merawat dan pihak keluarga juga akan dirawat pihak pemerintah. "Jangan membahayakan lingkungan Anda," harap Fasha.
(Qur'anul Hidayat)