Larangan Mudik Buat Pedagang Kecil di Pantura Was-Was

Fathnur Rohman, Jurnalis
Rabu 22 April 2020 16:42 WIB
Lili, pedagang oleh-oleh khawatir dengan larangan mudik (Foto: Okezone/Fathnur)
Share :

Subandi menerangkan, saat pengunjung ramai, pedagang di Pasar Batik Trusmi bisa mendapat keuntungan sebesar Rp10 juta hingga Rp20 juta. Ia menuturkan, Pasar Batik Trusmi akan ramai didatangi pemudik saat arus balik. Mereka biasanya menjadikan batik di Pasar Batik Trusmi sebagai oleh-oleh.

Selain itu, lanjutnya, Pasar Batik Trusmi biasanya akan ramai saat akhir pekan. Namun karena pandemi Covid-19, saat ini Pasar Batik Trusmi kondisinya sangat sepi. Menurut Subandi, ada sekitar 80 sampai 90 penjual batik yang aktif berjualan di Pasar Batik Trusmi.

"Kalau di weekend bisa dapet keuntungan 10 sampai 20 juta. Kalau di sini ramainya setelah lebaran. Soalnya banyak pemudik yang beli batik sebagai oleh-oleh," imbuhnya.

Masih katanya, rata-rata batik yang ada di Pasar Batik Trusmi merupakan batik buatan Cirebon. Bahkan, ada juga batik yang terbuat dari bahan alami khas Ciwaringin.

Subandi juga berharap agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Mengingat pembeli batik di Pasar Batik Trusmi berasal dari luar kota.

"Rata-rata batik buatan Cirebon. Ada juga batik dari Ciwaringin," tuturnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya