“Simpel dan mudah saja, warga cukup menaruh bahan makanan pokok semampunya, apa saja bebas, mulai dari beras, minyak, sayuran, susu, bumbu dapur, telur, air mineral, hingga mie instan,” kata Masudi.
Kemudian, biarkan mereka yang membutuhkan untuk mengambil secukupnya. “Jadi bagi mereka yang melintas di depan komplek GMM bisa langsung mengambilnya sesuai kebutuhan saja,” pungkasnya.
Menurutnya, tidak perlu khawatir jika berpikir akan lebih banyak yang mengambil daripada menaruh. "Jangan-jangan yang ambil tidak tepat sasaran. Sahabat bulan Ramadhan merupakan bulan terbaik. Yuk kita tanam kebaikan dibulan baik ini," tuturnya. Apalagi, kata Masudi, gotong royong sudah mengakar dan menjadi budaya Indonesia sejak zaman dahulu.
(Amril Amarullah (Okezone))