Tidak Semua Lab Dapat Melakukan Tes PCR Covid-19, Ini Syaratnya

Fathnur Rohman, Jurnalis
Senin 04 Mei 2020 21:42 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Share :

CIREBON - Wakil Subdivisi Manajaemen Lab Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, dr Lia Faridah mengatakan, tidak semua laboratorium dapat melakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) terkait virus corona atau Covid-19. Ada beberapa syarat atau kriteria yang harus dipenuhi.

Dia menjelaskan, beberapa kriteria itu menyangkut kesiapan fasilitas, kesiapan peralatan, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta seluruh sistem yang ada di laboratorium tersebut. 

"Intinya yang penting itu kesiapan labnya yang utama. Misalkan di labnya itu peralatannya ada atau tidak, SDM ada atau tidak, reagennya ada atau tidak. Itu saja dulu, yang lainnya bisa menyusul," kata Lia saat berbincang dengan Okezone, Senin (4/5/2020).

Lia mencontohkan, salah satu laboratorium yang dapat melakulan pemeriksaan Covid-19 menggunakan alat PCR adalah laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK UGJ) Cirebon. Bila dilihat dari fasilitas, SDM, serta faktor-faktor penunjang lainnya maka laboratorium itu sudah cukup bagus.  

Laboratorium ini 70 persen sudah siap melakukan pemeriksaan sampel swab menggunakan alat PCR. Namun, pemeriksaan tersebut hanya diperuntukkan bagi pasien di rumah sakit. Kendati begitu, ia menyarankan agar laboratorium milik FK UGJ Cirebon ini bisa ditambah kapasitasnya.

"Kalau lab ini baru 70 persen. 30 persennya nanti kita lihat sistemnya. Tadikan ada pra analitik, analitik, dan pos analitik. Nanti dilihat sistem penerimaan sampel harus jelas juga dan lainnya. Nanti juga harus ada verifikatornya siapa, dan kalau keluar harus ada supervisiornya dan sebagainya," ujar Lia.

Meski dapat melakukan pemeriksaan PCR, lanjutnya, untuk finalisasi hasil pemeriksaan swab menggunakan alat PCR di laboratorium FK UGJ Cirebon mesti dilaporkan dan diverifikasi terlebih dahulu ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Sebab, dalam pelaporan hasil pemeriksaan swab harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Sementara itu, Dekan FK UGJ Cirebon, dr Catur Setiya Sulistiyana mengungkapkan, rencanannya laboratorium FK UGJ Cirebon akan dijadikan sebagai Center Diagnosis Covid-19 di wilayah Cirebon. Laboratorium ini sendiri memiliki dua alat PCR yang mampu memeriksa 100 hingga 150 sampel swab per harinya, dengan target maksimal mencapai 216 sampel swab yang diperiksa.

Baca juga: Jokowi Ikuti KTT Gerakan Non-Blok Secara Virtual, Bahas Covid-19

Selain itu, di laboratorium FK UGJ Cirebon juga terdapat tiga orang expert bio molekuler, dua orang laboran, lima analis laboran dari Labkesda Kabupaten Cirebon, dan lainnya yang siap mendukung kinerja laboratorium itu untuk memeriksa sampel swab. 

"Kebetulan salah satu syarat laboratorium untuk center diagnosis Covid-19 adalah penanggung jawabnya harus spesialis mikrobiologi klinik atau patologi klinik. Di kita penanggung jawabnya  seorang mikrobiologi klinik," jelas Catur.

Sebelumnya, kata Catur, sejak tiga minggu yang lalu laboratorium itu sudah diupgrade baik dari segi fasilitas maupun peralatannya. Bahkan laboratorium FK UGJ Cirebon ini sudah berstandar Bio Safety Level (BL)-2. 

Catur memastikan, hal-hal penunjang dalam proses pengetesan sampel swab menggunakan alat PCR sudah dipersiapkan. Semisal untuk kebutuhan alat reagen. Ia menyebut, Pemkab Cirebon sudah memesan sebanyak 5000 reagen dan 1000 di antaranya sudah datang. Ia menilai jumlah itu dapat memenuhi kebutuhan reagen untuk test PCR.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya