Lewati Italia, Inggris Catat Angka Kematian COVID-19 Tertinggi Kedua di Dunia

Rahman Asmardika, Jurnalis
Rabu 06 Mei 2020 09:00 WIB
Foto: Okezone.
Share :

LONDON - Inggris telah melewati Italia dalam laporan jumlah kematian tertinggi terkait virus corona baru (COVID-19) di Eropa, berdasarkan angka yang ditunjukkan pada Selasa (5/5/2020). Laporan itu semakin meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Boris Johnson atas tanggapannya terhadap krisis yang disebabkan virus corona.

Angka mingguan dari Kantor Statistik Nasional (ONS) Inggris menambahkan lebih dari 7.000 kematian di Inggris dan Wales dalam sepekan, hingga 24 April, meningkatkan total kematian di Inggris Raya menjadi 32.313.

Berdasarkan data sejauh ini, hanya Amerika Serikat (AS), dengan populasi hampir lima kali lebih besar, yang telah menderita lebih banyak kematian akibat virus daripada Inggris.

Angka-angka yang diumumkan Selasa (5/5/2020) didasarkan pada sertifikat kematian yang menyebutkan COVID-19, penyakit yang disebabkan oleh virus corona baru, termasuk kasus yang diduga.

Meski berbagai cara penghitungan membuat perbandingan dengan negara-negara lain menjadi sulit, angka tersebut menegaskan bahwa Inggris termasuk di antara negara-negara yang paling terpukul oleh pandemi yang telah menewaskan lebih dari 250.000 di seluruh dunia itu.

"Saya tidak berpikir kita akan mendapatkan vonis nyata tentang bagaimana yang telah dilakukan negara sampai pandemi berakhir, dan terutama sampai kita mendapatkan data komprehensif internasional tentang semua penyebab kematian," kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab kepada wartawan sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (6/5/2020).

Politisi oposisi mengatakan angka-angka itu membuktikan bahwa pemerintah terlalu lamban untuk menyediakan peralatan pelindung (APD) yang cukup untuk rumah sakit dan melakukan pengujian massal.

Jumlah kematian harian kumulatif yang diterbitkan oleh pemerintah Inggris, yang mencatat kematian hanya untuk kasus virus corona yang dikonfirmasi, pada Selasa naik menjadi 29.427 - melebihi jumlah korban harian Italia sendiri untuk pertama kalinya.

Angka itu muncul setelah Perdana Menteri Boris Johnson baru-baru ini mengatakan bahwa Inggris telah melewati puncak pandemi Covid-19, meski mengatakan bahwa negara itu masih berada pada “fase berbahaya”.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya