Pandemi Virus Corona, PBB: Dunia Menghadapai Mega Kelaparan

Rachmat Fahzry, Jurnalis
Jum'at 08 Mei 2020 10:11 WIB
Ibu dua anak di Yaman rentan kelaparan selama pandemi COVID-19 akibat perang. (Foto/WFP)
Share :

JENEWA – Organisasi Pangan Dunia (WFP) memperingatkan bahwa dunia menghadapi mega-kelaparan jika tidak memiliki cukup dana memerangi dampak pandemi virus corona di negara-negara paling rapuh di dunia.

"Apa yang kita hadapi sekarang adalah pandemi ganda ... [dari] kelaparan yang dapat mempengaruhi kita," kata direktur eksekutif WFP David Beasley mengutip Al Jazeera, Jumat (8/5/2020).

Beasley mengatakan WFP bahwa pandemi kesehatan akan segera diikuti oleh pandemi kelaparan.

"Mega-kelaparan berada sudah di depan mata sekarang," katanya.

"Sebelum COVID-19, kita sudah memiliki 135 juta orang kelaparan," lanjutnya.

Respons global

Badan-badan PBB berupaya menciptakan respons global yang terkoordinasi terhadap pandemi COVID-19.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, Mark Lowcock mengatakan efek paling merusak dan destabilisasi dari pandemi virus corona akan terasa di negara-negara termiskin di dunia.

"Kecuali jika kita mengambil tindakan sekarang, kita harus siap menghadapi peningkatan yang signifikan dalam konflik, kelaparan dan kemiskinan," katanya memperingatkan.

Kepala pengungsi PBB Filippo Grandi juga mengatakan bahwa dampak pandemi terhadap orang-orang yang melarikan diri dari perang dan penganiayaan.

Laporan WFP mengatakan, sebelum ada pandemi COVID-19, 135 juta orang di dunia menderita kelaparan parah. Angka ini bisa berlipat ganda jika tidak ada tindakan cepat dan kuat dalam mengatasi virus corona.

Laporan itu menyatakan penyebab utama kelaparan di dunia adalah konflik, perubahan iklim, dan krisis ekonomi.

"Jika kita tidak membantu, nyawa mereka terancam. Jadi, jika kita tidak membantu, mereka akan meninggal. Setiap hari dalam keadaan normal ada sekitar 21.000 orang yang meninggal karena kelaparan. Setiap hari [meninggal] bukan karena COVID-19, seorang anak meninggal setiap 10 detik karena kurang gizi,” tutur Kepala Ekonom Program Pangan Dunia Arif Husain mengutip VOA.

Laporan gabungan menyebutkan, badan dunia membutuhan dana USD1,9 miliar (sekira Rp 29 triliun) segera, untuk memastikan makanan tersedia demi membantu orang selama tiga bulan ke depan, terutama orang-orang yang terjebak di zona-zona perang.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya