Laporan WFP mengatakan, sebelum ada pandemi COVID-19, 135 juta orang di dunia menderita kelaparan parah. Angka ini bisa berlipat ganda jika tidak ada tindakan cepat dan kuat dalam mengatasi virus corona.
The world is coming together in the fight against #COVID19.
Help on the way for fragile countries. Nine airports across the ð are part of WFP's humanitarian air bridge, which will also feature up to 350 passenger flights/month to transport @UN medical and humanitarian teams. pic.twitter.com/51R0juaDxB— World Food Programme (@WFP) May 7, 2020
Laporan itu menyatakan penyebab utama kelaparan di dunia adalah konflik, perubahan iklim, dan krisis ekonomi.
"Jika kita tidak membantu, nyawa mereka terancam. Jadi, jika kita tidak membantu, mereka akan meninggal. Setiap hari dalam keadaan normal ada sekitar 21.000 orang yang meninggal karena kelaparan. Setiap hari [meninggal] bukan karena COVID-19, seorang anak meninggal setiap 10 detik karena kurang gizi,” tutur Kepala Ekonom Program Pangan Dunia Arif Husain mengutip VOA.
Laporan gabungan menyebutkan, badan dunia membutuhan dana USD1,9 miliar (sekira Rp 29 triliun) segera, untuk memastikan makanan tersedia demi membantu orang selama tiga bulan ke depan, terutama orang-orang yang terjebak di zona-zona perang.
(Rachmat Fahzry)