JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin manajemen pengendalian Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dapat terintegrasi. Ia mencontohkan PSBB di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek).
(Baca Juga: Setiap Hari Masih Ada Kasus Covid-19, Depok Perpanjang PSBB hingga 26 Mei)
Jokowi tidak ingin manajemen pengendalian PSBB terjebak pada batas administrasi kepemerintahan, yang pada ujungnya mempersulit penanganan Covid-19.
"Manajemen pengendalian PSBB saya harapkan tidak terjebak pada batas-batas adiministrasi kepemerintahan. Artinya bersifat aglomerasi, penanganan sebuah kawasan besar yang saling terhubung sehingga manajemen antardaerahnya menjadi terpadu," ucap Jokowi dalam rapat terbatas melalui telekonferensi, Selasa (12/5/2020).
Baca juga: Presiden Jokowi: Ada 10 Provinsi Kasus Positif Covid-19, Tapi Hanya 3 yang PSBB
"Misalnya seperti yang dilakukan Jabodetabek. Saling kait mengait, sehingga pengaturan mobilitas sosial dari masyarakat bisa terpadu dan lebih baik," tambahnya.
Jokowi menyebut hingga kini sudah ada 4 provinsi dan 72 kabupaten/kota yang menerapkan PSBB. Ada pula daerah yang tidak menerapkan PSBB, tapi menggunakan metode lain yang sama-sama menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Daerah yang menerapkan metode lain tersebut ada yang berhasil menekan angka penularan Covid-19. Oleh sebab itu, Jokowi ingin ada evaluasi mendetail penanganan corona di setiap daerah. (qlh)
(Amril Amarullah (Okezone))