BEKASI - Sepekan sebelum hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, warga Kota Bekasi mulai memburu pakaian yang ada di pasar maupun swalayan. Mereka mulai memadati sejumlah toko maupun kawasan Ramayana di Kota Patriot ini.
Pantauan Okezone pada Senin (18/5/2020) sore, para warga dari berbagai wilayah Kota Bekasi berbondong-bondong berbelanja pakian untuk keperluan hari raya Idul Fitri, di tengah pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Di Ramayana tepatnya Jalan Ir. H. Juanda, Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, misalnya. Meski ada pemberlakuan PSBB, para warga pun mengantre untuk berbelanja.
"Siang sih jam 12.30 WIB saya baru keluar, karena di Ramayana ini ada pemberlakuan penerapan sosial distanting, ada aturannya," kata Neneng (46) warga Kampung Mede, yang berbelanja, Senin (18/5/2020).
Tak hanya di Ramayana, Neneng pun mengaku mendatangi sejumlah toko yang kebetulan berdekatan. "Semua sama menerapkan protokol, ada yang dicek suhu tubuh, dan wajib menggunakan masker," ungkapnya.
Semenatara, pantauan Okezone sejumlah toko yang berada di sepanjang Jalan Ir H Juanda siang tadi cukup dipadati masyarakat. Mereka mencari sejumlah keperluan baju untuk lebaran.
"Iya untuk keperluan lebaran. Takut juga (tertular virus corona), tapi gimana lagi ini kan keperluan kita juga, yang penting kita antisipasi," tuturnya.
Sedangkan, di Perumahan Candrabaga di kawasan Pondok Ungu Permai, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat juga tanpak terjadi kepadatan warga.
Baca Juga : Kondisi Polisi yang Ditabrak Pembalap Liar di Bundaran HI Membaik
Puluhan pedagang dan pertokoan yang terletak di Jalan Raya Candrabaga dan padat penduduk ini tetap berjualan bertatap muka dengan jarak dekat.
Padahal Pemerindah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bekasi telah memberlakukan PSBB jilid III selama satu pekan ke depan, atau hingga 19 Mei 2020.
Akibatnya warga di perumahan tersebut hanya bisa mengelus dada, lantaran PSBB yang diberlakukan di wilayah itu tidak berjalan efektif.
Menurut warga di perumahan Tampak Siring Candrabag Tiara, pada malam hari pukul 19.30 WIB, wilayahnya banyak sekali orang-orang tumpah berkerumun di jalan Raya Candrabaga.
Itu terjadi sejak sepekan terakhir ini, untuk memenuhi atau membeli kebutuhan lebaran. Bahkan saking penuhnya, kendaraan sangat sulit untuk melintas lantaran tertutup kerumunan manusia yang berbelanja.
"Gak tahu, tapi kalau dilihat gak ada petugas disini yang mengatur menegakkan PSBB ditengah pandemi Covid-19," kata Tiara.
Kondisi kesemrawutan di Jalan Raya Candrabaga yang mayoritas disepanjang jalan tersebut beroperasi toko-toko mulai dari kelontong, kuliber, busana, elektronik/handphon dan lainnya.
(Angkasa Yudhistira)