Pedagang di Lenteng Agung Keluhkan Omzet Turun, Pasar Online Disebut Tak Efektif

Muhamad Rizky, Jurnalis
Selasa 19 Mei 2020 13:13 WIB
Pasar Lenteng Agung masih sepi peminat meski mulai ramai jelang lebaran (Foto: Okezone/Rizky)
Share :

JAKARTA - Sejumlah pedagang kebutuhan pokok di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengeluhkan sepi pembeli. Akibatnya omzet dagangan mereka terus menurun pasca-merebaknya virus corona.

"Sejak corona ini aja berasa banget turunnya," kata salah seorang pedagang beras John di Pasar Lenteng Agung, saat ditemui Okezone, Selasa (19/5/2020).

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi aktivitas jual beli di Pasar Lenteng Agung masih cukup ramai peminat. Namun demikian hal itu tidak berlangsung normal seperti biasanya.

Menurut John, sepekan jelang lebaran masyarakat mulai membeludak memenuhi pasar untuk membeli kebutuhan pokok, kali ini tidak demikian.

John menuturkan, Ramadhan kali ini banyak pedagang pasar yang 'babak belur'. Biasanya ia setiap hari bisa menjual 20 karung beras per hari namun saat ini hanya mampu menjual 10 karung.

"Omzet turunnya 50 persen bisanya kita bisa jual 20 sekarang cuma 10 karung paling," jelasnya.

Tak hanya itu, John juga menyayangkan penjualan melalui aplikasi online yang digagas Pemrov DKI Jakarta tidak terlalu banyak membantu.

Menurutnya masyarakat masih kurang memahami sehingga tak banyak dari mereka yang memanfaatkan sistem tersebut.

"Itu cuma waktu launching doang rame yang beli mah enggak ada, ada yang nanya tapi cuma nanya-nanya doang gak sampe beli," tandasnya.

Namun demikian, turunnya omzet dagangan tersebut tidak terlalu dirasakan oleh pedagang kelapa Fauzi. Menurutnya meski wabah corona tak kunjung usai dagangannya masih laris terjual.

Fauzi menuturkan dalam sehari biasanya bisa menjual sebanyak 300 butir kelapa. Bahkan terkadang bisa melebihi itu mencapai 400 butir per hari.

"Engga terlalu menurun banget sih kalau kelapa, paling yang pedagang warteg aja yang sekarang yang jarang beli karena corona paling 15 persen," terangnya.

Fauzi menjelaskan, ia masih tertolong karena banyak pedagang sayur keliling yang membeli kelapa di lapaknya. Hal itu membuat penjualan kelapa masih bisa dikatakan sedikit berjalan normal.

"Karena di kita yang banyak pembelinya itu pedagang sayur keliling, sama pedagang yang dirumahan jadi masih aman," bebernya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya