Bertahan di Tengah Covid-19, UKM di Manado Beralih Produksi APD

Subhan Sabu, Jurnalis
Kamis 28 Mei 2020 13:13 WIB
(Foto: Subhan Sabu/Okezone)
Share :

MANADO - Memasuki awal tahun 2020, Usaha Kecil Menengah (UKM) Deebee furniture Manado yang dikelola oleh Sisko Kondoy mulai terdampak Corona Virus Disease (Covid-19). Memasuki bulan Februari 2020, omset pendapatannya mengalami penurunan drastis sampai dengan 80 persen.

Sisko kemudian mulai mencari alternatif usaha lain demi menyelamatkan usahanya. Melihat ada peluang ditambah dengan memiliki mesin jahit serta beberapa tenaga penjahit, Sisko mulai berinovasi dengan membuat Alat Pelindung Diri (APD).

"Inisiatif untuk memproduksi APD yang bahan utamanya juga hampir sering kami gunakan dalam proses produksi furniture," ujar Sisko kepada Okezone.

Sebelum memproduksi APD, Sisko berkonsultasi terlebih dahulu dengan para ahli industri farmasi dan membuat sampel kemudian ditawarkan ke beberapa klien.

"Ketika ditawarkan ternyata ada beberapa dinas dan juga beberapa klien yang memang berminat dan ada permintaan sehingga saya mulai terus menambah stok untuk bahan baku," kata owner dari Deebee furniture ini.

Selain itu juga Sisko juga mulai mendapatkan permintaan APD dari beberapa toko sehingga dia sampai saat ini terus mempertahankan untuk APD menjadi produk dari salah satu usaha miliknya.

Bahan kain yang digunakan oleh Sisko sendiri berjenis non woven polypropylene atau biasa disebut spunbond. Ada dua jenis APD yang diproduksi dengan perbedaan gramasi atau ketebalan bahan yakni jumpsuit disposable atau biasa disebut hazmat dengan tebal 50 gramasi dan 75 gramasi. Juga ada lapisan akhir APD hanya saja belum diproduksi lebih lanjut.

"Itu yang menjadi salah satu produk penopang untuk menambah omzet dari usaha kami. Salah satu tujuannya juga yaitu mempertahankan beberapa karyawan yang masih bisa kami upayakan agar masih ada penghasilan begitu juga dengan tenaga-tenaga produksi kami agar mereka juga masih ada pendapatan dari beberapa hasil produksi yang kami buat walaupun memang produksi kami sudah tidak seperti biasanya," jelasnya.

Jumlah keseluruhan karyawan yang dimiliki sebelumnya berjumlah sekira 18 orang, namun kini yang tersisa tinggal 4 orang itu pun yang bisa double job yang dipertahankan, seperti bagian office membantu bagian produksi.

Setiap bulannya Sisko bisa meraih untung 30 sampai 40 dari furniture, bahkan bila digabung dengan omzet dari beberapa projek, keuntungan bisa mencapai 80 sampai ratusan juta. Kini usahanya mengalami drop sampai dengan 80 persen.

"Itu pun kalau dipikir-pikir sudah hampir tidak bisa menutupi operasional bulanan kami," terangnya.

Kini Sisko hanya bisa berharap dari produksi APD yang dijualnya seharga Rp.125 ribu persatuan dan Rp.100 ribu untuk pengambilan di atas 50 pieces. Sedangkan untuk pembelian partai, borongan atau di atas 500 pieces ke atas, ada harga negosiasi khusus yang diberikan, dengan margin selisih sedikit dari harga pokok.

"Ada beberapa dinas yang sudah pernah mengambil, ada juga perorangan seperti ada pengiriman ke Kabupaten Kepulauan Talaud dan rumah sakit di Manado, ada juga yang mendonasikan APD ini dan tenaga medis, dokter langsung yang membeli untuk pemakaian pribadi mereka. Distribusi penjualan untuk saat ini sudah didistribusikan ke toko-toko seperti toko hardware yang menjual peralatan-peralatan berkaitan dengan covid-19 ini," tambahnya.

Di awal-awal produksi APD ini, Sisko mengaku sempat menaikkan omzet dari usahanya, namun sekarang mampu bertahan di tengah pandemi covid-19 ini saja Sisko mengaku bersyukur.

(Ahmad Luthfi)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya