MINNEAPOLIS - Seorang reporter CNN ditangkap saat meliput unjuk rasa yang sedang berlangsung atas kematian tahanan polisi kulit hitam yakni George Floyd di Minneapolis, Amerika Serikat pada Jumat kemarin.
Koresponden CNN Omar Jimenez mengatakan, ibunya dan neneknya menyaksikan peristiwa penangkapannya lewat televisi. Dia ditangkap bersama produsernya, dan rekan fotografernya oleh polisi.
"Seperti yang dapat Anda bayangkan, ibu dan nenek saya menonton di televisi saat penangkapan saya terjadi. Saya tak bisa memegang ponsel saat diangkut ke gedung keselamatan umum di pusat kota. Saya baru tahu ibu saya terus menelepon setiap teman saya untuk mencari tahu ke mana saya dibawa," kata Jimenez.
Ketika Jimenez akhirnya dibebaskan sekitar satu jam kemudian, Presiden CNN Worldwide Jeff Zucker memberitahunya bahwa dia membuat panggilan telepon terpenting. Ternyata Zucker menelepon ibu Jimenez untuk memberitahunya bahwa Jimenez baik-baik saja.
Seperti dilansir dari CNN US, Minggu, (31/5/2020), Jimenez mengatakan, neneknya memberi tahu dia bahwa neneknya pernah ditangkap selama memperjuangkan hak-hak sipil sebagai seorang pengunjuk rasa. Neneknya memberi tahu kepadanya, apa yang dilakukannya merupakan sebuah kehormatan.
"Saya bersyukur mengatakan bahwa tugas kami dilindungi secara konstitusional. Pada akhirnya ada banyak momen menakutkan, terlebih bagi teman-teman dan keluarga saya dan orang-orang terkasih menyaksikan apa yang terjadi," terang Jimenez.
Polisi mengatakan, kru CNN ditahan karena mereka tidak mau mematuhi perintah untuk pergi. Mereka malah diam saja di sana. Namun mereka sudah dibebaskan.
Gubernur Minnesota Tim Walz mengatakan kepada Presiden CNN Worldwide Jeff Zucker, bahwa dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh atas penangkapan kru CNN. Dia juga memperjuangkan kru CNN agar dibebaskan.
(Fahmi Firdaus )