Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Viral Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko-Nusron Wahid saat Diskusi di UGM, Ini Kronologinya

Binti Mufarida , Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |08:29 WIB
Viral Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko-Nusron Wahid saat Diskusi di UGM, Ini Kronologinya
Viral Mahasiswa Geruduk Budiman Sudjatmiko-Nusron Wahid saat Diskusi
A
A
A

JAKARTA - Acara diskusi bertajuk "Kopdar Bareng Mas Dar" yang menghadirkan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada (UGM), Senin (15/6/2026) malam, berakhir ricuh setelah sekelompok massa merangsek ke atas panggung.

Dalam insiden itu, mahasiswa juga sempat menahan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Wamentan Sudaryono untuk mempertanyakan kondisi Indonesia saat ini.

Namun, ketika situasi semakin memanas, keduanya akhirnya turut dievakuasi oleh pihak keamanan UGM di lokasi.

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 WIB itu awalnya berjalan tertib. Mahasiswa yang hadir mengikuti jalannya diskusi dengan tenang dan duduk di area dekat panggung.

Dalam pemaparannya, Sudaryono menjelaskan alasan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto Subianto menyiapkan skema ekspor melalui satu pintu. Menurutnya, Indonesia mengalami kebocoran besar akibat perbedaan laporan ekspor antara dalam negeri dan luar negeri.

"Kalau kita jual nikel atau sawit ke luar negeri, banyak kasus yang laporannya di dalam negeri dan laporannya di luar negeri berbeda,”ujarnya dikutip, Selasa (16/6/2026).

“Jadi, di Indonesia mereka bisa berbohong, di luar negeri mereka tidak. Itulah alasan Pak Prabowo ingin semuanya menjadi satu pintu. Rp15 Ribu triliun lebih selisih laporan impor yang menjadi kehilangan bangsa ini,”lanjutnya.

Setelah itu, Nusron Wahid yang menjadi penanggap berikutnya menyampaikan keyakinannya terhadap berbagai program pemerintahan Prabowo yang dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga menyebut Indonesia masih memiliki peluang untuk berkembang meski menghadapi tekanan kondisi global.

Situasi mulai berubah ketika Budiman Sudjatmiko mendapat giliran berbicara. Pada saat itu, sejumlah massa dari luar gedung mulai masuk dan menempati area tribun.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement