JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi memberikan penjelasan mengenai istilah Londo Ireng yang menjadi perbincangan publik. Hasan menegaskan istilah tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan kepada kelompok tertentu yang dinilainya gemar membuat kegaduhan.
“Mengkritik Londo Ireng boleh, dong. Kan enggak ditujukan ke rakyat secara umum. Itu kan ke, eh apa? Kelompok-kelompok kritis yang eh kita duga sebagai Londo Ireng kan, bukan untuk eh masyarakat secara umum,” kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Saat ditanya apakah pemerintah memang melihat ada kelompok yang dimaksud sebagai “Londo Ireng”, Hasan mengatakan istilah tersebut hanya merupakan sebutan bagi sebagian orang yang menurutnya lebih senang menciptakan kegaduhan.
“Itu kan istilah aja untuk eh sebagian orang yang eh ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan eh ada yang berprofesi seolah-olah sama sama kita kan, gitu,” ujarnya.
Hasan menambahkan, penyebutan tersebut dimaksudkan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa lebih mengedepankan persatuan dibandingkan memperbesar perbedaan.
“Nah, jadi buat kita ini sebagai pengingat aja, bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu, ya. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan, ya,” katanya.
Menurut Hasan, masyarakat perlu membangun optimisme dan kepercayaan diri agar Indonesia dapat berkembang lebih cepat. “Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan eh menghilangkan rasa-rasa pesimis lah. Sehingga kita bisa maju lebih cepat, gitu ya?” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.