JAKARTA - Sebanyak 51 pedagang pasar yang berada di wilayah DKI Jakarta dilaporkan positif virus corona atau Covid-19. Lantas bagaimana tanggap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan?
Anies mengatakan, kemungkinan pihaknya akan menutup sementara pasar-pasar yang ditemukan pedagang terpapar Covid-19.
"Ya jadi kalau ada kasus di sebuah tempat apakah itu industri atau pasar maka tempat itu harus ditutup sementara dulu," kata Anies program prime show with Ira Koeno di iNews sore, Kamis (11/6/2020).
Baca juga: PD Pasar Jaya: 52 Pedagang di Jakarta Positif Corona
Anies berkata, selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta pihaknya tak ingin langsung membuka 153 pasar yang ada di Jakarta. Namun hanya dibuka secara bertahap dengan 122 pasar pangan yang diutamakan untuk buka namun dengan syarat khusus.
"Pasar non pangan sudah bisa buka sekarang, namun dengan separuh kapasitas. Caranya, kios ganjil di tanggal ganji, genap di tanggal genap. Untuk mengurangi jumlah orang di pasar," jelasnya.
Baca juga: 23 Orang Pedagang Pasar di Jakarta Pusat Positif Corona
Meski demikian, Anies bakal melakukan pengecekan kedepannya, agar tak terjadi kembali penularan bagi pedagang yang berjualan di pasar yang ada di Jakarta.
"Tentu akan lihat satu satu ya. Jadi ini ketentuan kita adalah mencegah agar tak ada penularan lebih jauh," tandasnya.
Sebanyak 51 pedagang pasar di wilayah DKI Jakarta dilaporkan positif terpapar virus corona (Covid-19).
Adapun rincian dari 51 kasus tersebut, diantaranya 20 pedagang positif corona di Pasar Perumnas Klender, Pasar Mester, Jatinegara 1 orang positif, Pasar Serdang, Kemayoran 9 orang positif, Pasar Kedip, Kebayoran Lama 2 orang positif, Pasar Rawa Kerbau, Cempaka Putih 14 orang positif, dan Pasar Induk Kramat Jati 5 orang positif.
(Awaludin)