SURABAYA – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa akan lebih mengintesifkan sosialisasi protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Dalam melakukan sosialisasi tersebut, pihaknya akan melibatkan ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, influencer, dan pelaku usaha dan elemen strategis lainnya.
Salah satu protokol kesehatan yang disosialisasikan pada masyarakat yakni terkait pemakaian masker dan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Sistem support dan insentif juga perlu disediakan untuk industri masker maupun media supaya masyarakat terbiasa menggunakan masker.
“Ini penting kita lakukan karena riset membuktikan bahwa bila 60 persen populasi menggunakan masker kain, Rate of Transmission (RT) bisa di bawah satu dan kurva bisa turun,” kata Khofifah, Sabtu (27/6/2020).
Khofifah juga menegaskan akan pentingnya rencana untuk membendung rumah sakit yang overload, yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas dan bisa menyebabkan meningkatnya kematian. Di samping itu, juga rencana untuk memberikan relaksasi bagi tenaga kesehatan yang sudah mulai exhausted dalam promotif, preventif, kuratif, dan tracing.
Baca Juga : Kampung Tangguh Peduli Lansia saat Pandemi Covid-19 di Sidoarjo
“Pada saat yang sama kami juga harus terus melakukan intervensi dampak sosial ekonomi akibat Covid-19. Karenanya, bantuan dan support dari pemerintah pusat masih sangat kami butuhkan,” tutur mantan Menteri Sosial ini.
Berdasarkan data Gugus Tugas Nasional, hari ini jumlah kasus positif corona di Jawa Timur mencapai 11.178. Pasien sembuh terdapat 3.619 orang. Sementara pasien meninggal dunia mencapai 813 orang.
Baca Juga : Kepala SMPN 3 Surabaya Meninggal Terpapar Covid-19, Guru dan Pegawai Jalani Rapid Test
(Erha Aprili Ramadhoni)