SURABAYA – Kepala SMPN 3 Surabaya meninggal dunia karena terpapar virus corona (Covid-19). Sebelumnya, korban dirawat lantaran demam berdarah.
Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara membenarkan Kepala SMP Negeri 3 Surabaya meninggal positif Covid-19. “Namun sebelumnya almarhum sudah dirawat intensif di rumah sakit terkait penyakit lainnya yakni demam berdarah,” katanya, Sabtu (27/6/2020).
Atas kejadian ini, Pemkot Surabaya langsung melakukan tracing atau pelacakan hingga rapid test terhadap semua pegawai dan guru di sekolah tersebut, meski hasilnya semua nonreaktif.
Baca Juga : Epidemiolog Sebut Wajar Jika Jatim Jadi Provinsi Tertinggi Covid-19, Ini Alasannya
Tidak hanya di SMPN 3 Surabaya, Pemkot Surabaya juga menggelar rapid test massal kepada semua pegawai dan juga guru se-Kota Surabaya secara bertahap. Sekitar 60 persen dari total guru sudah di-rapid test. Pemkot Surabaya juga menyemprotkan disinfektan ke lingkungan sekolah.
Baca Juga : Warga Surabaya Masih Banyak Tak Pakai Masker, Alasannya Bikin Sesak Nafas
(Erha Aprili Ramadhoni)