CARACAS - Dua gempa bumi dahsyat yang melanda Venezuela pekan lalu merusak atau menghancurkan lebih dari 58.000 bangunan, menurut penilaian awal data satelit yang diterbitkan oleh badan antariksa Amerika Serikat, NASA.
Laporan terbaru menyebutkan 1.719 orang tewas dan puluhan ribu lainnya masih hilang setelah gempa berkekuatan M7,2 dan M7,5 melanda Venezuela pada Rabu, 24 Juni 2026.
"Sekitar 58.870 bangunan kemungkinan rusak atau hancur di seluruh wilayah yang terkena dampak" berdasarkan data radar satelit yang dikumpulkan pada 25 Juni, sehari setelah gempa, menurut peneliti Corey Scher dan Jamon Van Den Hoek dari Oregon State University, sebagaimana dilansir AFP.
Kedua peneliti tersebut mengutip data dari satelit pencitraan radar resolusi tinggi Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa.
"Ini adalah penilaian awal yang cepat. Ini mencerminkan perubahan permukaan yang tiba-tiba dan konsisten dengan kerusakan," tulis para peneliti, menambahkan bahwa angka tersebut hanya boleh dibaca sebagai indikator dan belum diverifikasi di lapangan.
Ketua Majelis Nasional Jorge Rodriguez melaporkan pada Senin, (29/6/2026) bahwa 855 bangunan telah rusak, termasuk 189 "runtuh total."
NASA mengatakan bahwa satelitnya "memberikan dukungan penting, menangkap citra dan data untuk membantu tim di lapangan menilai dampak dan memandu upaya penanggulangan."
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.