JAKARTA - Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO) merekomendasikan agar masyarakat melakukan olahraga di areal lingkungan rumah. Menurut PDSKO, olahraga di luar rumah saat ini masih sangat beresiko. Sebab, angka kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.
"Saya merekomendasikan dengan sangat-sangat tegas, perhimpunan kami juga, PDSKO jelas bahwa olahraga yang boleh pada saat sekarang ini adalah olahraga di rumah karena lingkungan kita masih lingkungan pandemi," kata Ketua Tim Pembuat Rekomendasi PDSKO, dr Andi Kurniawan saat berbincang dengan Okezone, Senin (29/6/2020).
Jika berkaca dari data pemerintah, kata Andi, sampai saat ini kasus Covid-19 masih terus meningkat hingga menembus angka seribu. Artinya, kurva angka kasus virus corona di Indonesia masih belum landai. Hal itu, menunjukkan bahwa Indonesia masih dilanda wabah virus corona
"Jadi, sebenernya pemerintah memberikan PSBB transisi, alasan utamanya adalah ekonomi. Bukan kesehatan masyarakat. Ketika bicara kesehatan maayarakat itu sebetulnya belum bisa melakukan PSBB transisi, pasti ekonominya," ujarnya.
Menurut Andi, alasan pemerintah memutuskan untuk PSBB masa transisi semata-mata karena faktor ekonomi. Oleh karenanya, olahraga di luar rumah sangat tidak dianjurkan pada saat PSBB masa transisi.
"Artinya melakukan aktifitas fisik di luar rumah itu sekarang masih beresiko. Jadi, rekomendasi PDSKO masih berolahraga di dalam rumah. Kalau pengen banget olahraga di luar rumah pastikan kita fit dan sehat. Pastikan juga alat proteksinya," ujarnya.
Andi pun menyoroti maraknya postingan masyarakat yang olahraga di luar rumah tanpa mematuhi protokol kesehatan. Banyak masyarakat yang memajang foto olahraga bersama di media sosial tanpa jaga jarak ataupun memakai masker. Hal itu, berpotensi tertular atupun menularkan virus corona.
"Hal yang seperti itu tuh menurut saya akan berpengaruh terhadap masyarakat yang lain, wah ini keren nih. Sepertinya keren, tapi itu masih beresiko," kata Andi.
"Saat ini belum waktunya untuk seperti itu. Olahraga itu tujuannya untuk menyehatkan, membugarkan badan, bukan untuk meningkatkan resiko," pungkasnya.
(Khafid Mardiyansyah)