Saung Angklung Udjo Dikabarkan Bangkrut, Ratusan Karyawan Dirumahkan

Arif Budianto, Koran SI · Sabtu 23 Januari 2021 04:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 23 525 2349373 saung-angklung-udjo-dikabarkan-bangkrut-ratusan-karyawan-dirumahkan-Ez0HLe8VDv.jpg Saung Angklung Udjo (foto : Okezone.com)

BANDUNG - Kabar kurang sedap data dari penyelenggara dan pelestari seni dan budaya Sunda, Saung Angklung Udjo (SAU). Tempat seni angklung di Jalan Padasuka, Kota Bandung, Jawa Barat ini, dikabarkan bangkrut lantaran sepi pengunjung selama pandemi Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan kunjungan ke Saung Udjo sepi. Kondisi ini merupakan yang paling terburuk yang pernah dialami SAU sejak berdiri puluhan tahun silam.

"Dari tahun 2020 sampai sekarang, kami tidak bisa beraktivitas dengan normal, bahkan sampai up normal," kata Taufik kepada wartawan, Jumat (22/1/2021).

Taufik mengemukakan, sejak pandemi Covid-19, Saung Angklung Udjo hanya menerima kunjungan sekitar 80-an orang per bulan atau 20-an pengunjung per minggu.

Jumlah tersebut pun kadang sangat sulit. Berbeda dengan kondisi normal sebelum pandemi, bisa dikunjungi oleh 2.000 orang dalam satu hari. "Bahkan tamunya pernah ibu bapak dan anak kecil tiga orang kemudian pemainnya 30 orang," ujarnya.

Taufik menuturkan, ada syarat wajib bagi wisatawan menjalani rapid test dan lainnya, membuat banyak yang enggan datang ke Saung Angklung Udjo. Selain itu, masa pandemi membuat hampir seluruh sekolah memberlakukan pembelajaran jarak jauh.

"Sementara 90 persen pengunjung Saung Angklung Udjo adalah anak pelajar dari rombongan bus dan wisatawan asing," tutur Taufik.

Untuk mengurangi biaya operasional, kata Taufik, Saung Angklung Udjo memangkas 90 persen karyawan. Mereka dirumahkan. Padahal sebelumnya, pegawai tetap dan kontrak ada 600 orang.

Jika ditambah dengan pegawai di luar kontrak dan tetap, seperti pengrajin angklung dan para suplier ada sekitar 1.000 orang.

"Pengurangan pegawai bukan akan, tapi sudah sebagian bulan-bulan kemarin. Dari 600 sekarang cuma 40 lah yang standbye. Ini hampir 90 persen lebih," ucapnya.

Baca Juga : Menkes Geram Lihat Testing Covid-19 di Indonesia Salah Sasaran

Saat ini, ujar Taufik, pengelola Saung Angklung Udjo tengah mencari solusi untuk agar dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19. Taufik berharap, ke depan pemerintah daerah atau Pemkot Bandung bisa turun gunung membantu industri pariwisata yang kini terdampak pandemi.

"Harapan pada masyarakat mari kita sadar menjaga protokol kesehatan agar pemerintah tidak sulit mengendalikan. Kalau sudah mengerti kan kamia bisa berjalan dan sesuai standar yang bisa disepakati bersama," ujar Taufik.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini