“Perlu denda yang cocok, tidak harus jutaan, bisa denda membayar 100 ribuan, orang itu sudah mikir, atau denda lain yang buat orang jera. Tapi itu harus ada regulasi dan tegas ditegakkan,” katanya.
Faktor kedua yang disebut kian masifnya penambahan kasus corona di Jawa Timur karena semakin masifnya pelacakan dan pengetesan kepada orang-orang yang terduga kontak erat dengan pasien positif corona sebelumnya. Justru kalau hasilnya rendah, disebut Siswanto, mengindikasikan minimnya daya tampung laboratorium atau memang rendahnya kasus positif.
“Misalnya PDP (pasien dalam pengawasan) banyak, jumlahnya (yang diperiksa) banyak, tapi yang diperiksa spesimennya sedikit, terus kemampuan laboratorium tidak sesuai ya hasilnya sedikit. Kan untuk memeriksa butuh kemampuan laboratorium, butuh reagen, dan sebagainya,” tuturnya.
“Kalau diketemukan jumlahnya sedikit, kalau sedikit bukan berarti jadi baik karena kok turun. Tetapi bisa saja yang diperiksa sedikit,” ucapnya.