Epidemiolog Soroti Efektivitas Vaksin Covid-19 Buatan China

Arie Dwi Satrio, Jurnalis
Selasa 18 Agustus 2020 07:43 WIB
Ilustrasi (Foto : Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, menyoroti efektifitas vaksin virus corona (Covid-19) Sinovac buatan China yang kini sedang menggelar uji klinis tahap III di Bandung. Namun, Dicky tetap berharap vaksin buatan China itu bisa memberikan penanganan yang terbaik dalam mengatasi pandemi Covid-19.

"Untuk riset vaksin yang saat ini sedang dilakukan di Bandung, kita berharap yang terbaik. Namun tetap realistis, mengingat tidak ada jaminan akan memiliki tingkat efektifitas yang kita harapkan," kata Dicky melalui pesan singkatnya, Selasa (18/8/2020).

Secara epidemiologi, sambung Dicky, pada pertengahan tahun depan diperkirakan Indonesia sudah memiliki minimal satu persen penduduk yang terinfeksi. Dengan demikian, masyarakat dengan sendirinya sudah memiliki antibodi tersendiri.

"Sehingga, setidaknya kita memerlukan vaksin yang memiliki efektifitas 85 persen agar terbebas dari keharusan menerapkan social dan physical distancing," imbuhnya.

Baca Juga : Positif Covid-19, Jenazah Jaksa Kasus Novel Dimakamkan di TPU Jombang Tangsel

Baca Juga : Pertarungan 2 Srikandi di Pilkada Tangsel, Anak Ma'ruf Amin Vs Keponakan Prabowo

Dicky menilai vaksin Covid-19 yang ditemukan oleh berbagai negara di dunia pada gelombang pertama, umumnya hanya memiliki efektifitas di kisaran 40 sampai 70 persen. Hal itu, tentu masih kurang efektif untuk benar-benar menangkal virus corona.

"Artinya, secara strategi eliminasi covid, dunia harus melakukan kombinasi antara vaksinasi dan tes lacak, isolasi, juga social physical distancing," pungkasnya.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya