JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, BPOM terus melakukan pengawalan regulatory dalam pengembangan vaksin kerjasama antara Biro Farma dan Sinovac. Di mana, uji klinis fase 3 telah dimulai sejak 11 Agustus 2020.
“Kita sudah mulai dengan penyusunan memberikan persetujuan protokol uji klinik. Nanti kemudian ini terus kita kawal juga dalam pelaksanaannya, pelaksanaan uji klinik. Kemudian, evaluasi hasil uji klinik untuk pemberian emergency use authorization atau izin pada masa darurat. Dan persiapan sarana produksi di Biofarma untuk melakukan transfer teknologinya dalam rangka pengembangan menjadi produk komersilnya,” paparnya sata konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/9/2020).
Baca Juga: BPOM Sebut Kandidat Vaksin Covid-19 Asal UEA Telah Bersertifikat Halal
Dia melihat fase 3 uji klinis ini mendapat dukungan yang baik oleh pemerintah dan masyarakat. “Saya kira ini akan memberikan hasil yang baik tentunya sesuai dengan rencana,” ujarnya.
Dia mengatakan, dari 1.620 relawan yang dibutuhkan sudah ada 1.800 yang mendaftar. Sementara hingga akhir Agustus sudah ada ratusan relawan yang mendapatkan penyuntikan kandidat vaksin.
“Dan hingga akhir Agustus 2020 ini terdapat kurang lebih 500 subjek yang telah direkrut dan sudah mendapatkan tahapan penyuntikan,” pungkasnya.
Baca Juga: Kasus Positif Covid-19 Meningkat, Bupati Cirebon Malah Senang
(Arief Setyadi )