JAKARTA – DPRD DKI Jakarta akan menggelar rapat kerja bareng Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk membahas ketersedian lahan pemakaman jenazah Covid-19 yang kini mulai menyusut. Lahan pemakaman bagi jenazah penyakit menular ini di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, diprediksi hanya cukup sampai akhir Oktober 2020.
Sejauh ini, di DKI Jakarta tercatat terdapat 48.811 kasus Covid-19. Dari total kasus itu, 1.330 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,7 persen, lebih rendah dari tingkat kesembuhan yang sudah mencapai 36.451 orang atau 74,7 persen.
Pada 31 Agustus, lahan di TPU Pondok Ranggon hanya bisa menampung 1.100 jenazah Covid-19. Berdasarkan informasi dari Komandan Regu PJLP TPU Pondok Ranggon, Nadi, dikhawatirkan akhir bulan depan sudah tidak ada lagi lahan yang tersisa.
Selama setengah tahun dilanda corona, rata-rata jumlah pemakaman menggunakan protap khusus Covid-19 mencapai 700 sampai 720 jenazah. Rata-rata per minggunya sebanyak 180 jenazah.
Jadi sisa lahan sampai akhir Oktober diprediksi hanya berkisar dari 380 sampai 400 makam.
Sekretaris Komisi D DPRD DKI, Syarif mengatakan, pengakuan petugas makam TPU Tegal Alur harus didalami. Menurutnya, apabila laju kasus kematian pasien corona di Ibu Kota tidak buru-buru dibendung, beberapa waktu ke depan tempat pemakaman itu bakal penuh. Jadi dia berharap supaya ada lahan cadangan lain yang perlu disediakan selama kasus kematian masih tinggi
"Kami akan segera raker dengan dinas terkait. Kalau TPU Pondok Ranggon sudah tidak bisa menampung jenazah corona alternatif pertama yang mesti dilakukan Pemprov DKI adalah memaksimalkan lahan di TPU Tegal Alur Jakarta Barat," kata Syarif kepada wartawan, Rabu (9/9/2020).
Syarif menjelaskan, TPU Tegal Alur masih punya beberapa bidang yang dapat dijadikan lokasi pemakaman jenazah Covid-19 ini. Namun dia belum mengetahui berapa kapasitas dan daya tampung di TPU Tegal Alur tersebut.
"Intinya, masih ada kok alternatif. sisi utara Tegal Alur masih banyak, dia beda konturnya, enggak kayak Pondok Ranggon rata gitu kan," tuturnya.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi enteng isu mengenai kapasitas Tempat pemakaman umum (TPU) khusus Covid-19 di Pondok Ranggon nyaris penuh saat ini.
Anies meminta masyarakat tidak berspekulasi terkait hal ini. Kalaupun penuh Pemprov DKI bakal mencari tempat lain untuk memakamkan jenazah yang terpapar wabah ini.
Anies mengklaim tempat pemakaman cadangan itu sebetulnya sudah disiapkan pihaknya jauh-jauh hari sebelumnya. Sayangnya dia belum mau membocorkan lokasi TPU itu.
"Jangan spekulasi dulu seakan-akan tidak ada tempat lagi. Semua lokasi dan lain-lain sudah disiapkan sejak Maret. Bahkan, Maret sudah disiapkan alternatif tempat," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)