JAKARTA – Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai masih banyaknya warga yang tak yakin akan tertular virus corona (Covid-19) bukanlah hal mengagetkan.
“Adanya masyarakat yang tidak percaya Covid-19 ini, juga bukan sesuatu yang mengagetkan,” kata Dicky saat dihubungi Okezone, Sabtu (3/10/2020).
Dicky melanjutkan, adanya masyarakat tak meyakini bakal terpapar Covid-19 dikarenakan statement dari pemerintah sejak awal yang menyangkal adanya pandemi. Hal ini menurutnya mempengaruhi pikiran sebagian masyarakat.
“Harus diakui, di awal pandemi banyak klaim baik dari pemerintah atau tokoh tertentu yang menyatakan Indonesia ini kuat kebal atau negara suhu panas dan segala macam. Itu masuk di sebagian masyarakat kita,” tuturnya.
Karena itu, menurutnya, untuk mengubah pola pemikiran masyarakat terhadap Covid-19 ini bukan hal mudah. Pemerintah diharapkan dapat memberikan pemahaman soal Covid-19 kepada masyarakat.
“Menurut saya PR-nya bukan di masyarakat, tapi juga beberapa pejabat publik harus mengubah pemahaman ini,” tuturnya.