"Kehilangan tenaga kesehatan merupakan kehilangan yang besar bagi suatu bangsa, terutama dalam mempertahankan dan mengembangkan aspek kesehatan, Sebelum pandemi Covid-19 ini sudah merupakan salah satu yang terendah di dunia. Jumlah satu dokter (di Indonesia) diestimasi melayani 3.000 masyarakat," tuturnya.
Baca juga: Presiden Jokowi: Jangan Anggap Pemerintah Mencla-mencle Tangani Covid-19
Jika pemahaman akan protokol kesehatan belum juga dipahami dengan baik, maka layanan kesehatan akan terganggu. Dia pun meminta masyarakat tidak menganggap remeh pandemi Covid-19. Semakin masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, maka Indonesia akan sulit melewati masa pandemi.
"Banyaknya korban dari pihak tenaga kesehatan saat ini, maka ke depannya layanan kesehatan baik Covid-19 maupun non-Covid-19 jelas akan terganggu karena kurangnya tenaga medis,” ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)