Termasuk disebut sebagai bintang sinetron yang pernah mengumumkan akan berpose untuk Majalah Playboy edisi Filipina pada 2017. Namun Nikita membatalkan kontrak itu, dengan alasan tak mau merusak hubungannya dengan sang kekasih.
(Baca Juga: PDIP Sarankan Jokowi Tak Buka Suara soal Habib Rizieq)
Media tersebut mewawancarai pengamat mengenai fenomena di Indonesia. Menurut SCMP kemunculan Nikita Mirzani melawan Rizieq merefleksikan bangsa yang sedang kritis, di mana dua segmen masyarakat berbeda menemukan suara dalam dua kepribadian yang juga berbeda. Tapi tidak memiliki integritas dan kualitas yang membuat mereka layak jadi sosok teladan.
Sementara, Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhyiddin Junaidi turut berkomentar terkait dugaan penghinaan yang dilakukan artis Nikita Mirzani terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab. KH Muhyiddin meminta umat Islam tidak perlu menanggapi ocehan Nikita Mirzani.
"Umat Islam tak perlu menanggapi kasus Mirzani secara berlebihan, karena hanya akan menghabiskan energi dan kegaduhan nasional," kata KH Muhyiddin saat dikonfirmasi Okezone, Senin (16/11/2020).