Kunjungi Nusakambangan, Doni Monardo Minta Tanaman Pelindung Tsunami Dijaga

Binti Mufarida, Jurnalis
Sabtu 05 Desember 2020 10:34 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo. (Foto : BNPB)
Share :

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengunjungi kawasan konservasi alam yang berada di Pulau Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, kemarin.

Pada kunjungan tersebut, Doni ingin memastikan beberapa jenis tanaman yang dapat menjadi “fondasi alami” dari adanya potensi tsunami dari selatan Jawa tersebut terjaga dan berfungsi dengan baik.

Sebab, keberadaan Pulau Nusakambangan hingga saat ini sangat strategis sebagai barrier bagi keselamatan warga di Cilacap.

“Bagian selatan Nusakambangan ini harus betul-betul dalam posisi perawatan yang optimal. Karena Nusakambangan ini adalah barrier bagi keselamatan warga di Cilacap, dengan jumlah penduduk dua juta orang,” jelas Doni dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Sabtu (5/12/2020).

Menurut hasil penelitian dan kajian lebih lanjut, Pulau Nusakambangan menjadi benteng bagi wilayah Cilacap ketika terjadi peristiwa tsunami yang dipicu gempa bumi di Pangandaran 2006.

Berdasarkan hasil catatan ilmiah dari berbagai pakar, gelombang tsunami yang menghantam wilayah Nusakambangan pada waktu itu mencapai ketinggian antara 15 sampai 22 meter.

“Kalau tidak ada Pulau Nusakambangan, pada 2006 yang lalu, mungkin sebagian besar kawasan di Cilacap yang penduduknya termasuk paling padat itu akan terdampak,” kata Doni.

Doni menambahkan, kendati pusat episentrum berada di Pangandaran, ternyata juga menimbulkan kerusakan di bagian selatan Nusakambangan. Ada beberapa vegetasi alami di sana yang hancur setelah diterjang gelombang tsunami.

“Tsunami 2006 yang pusat episentrumnya di Pangandaran, ternyata juga menimbulkan kerusakan yang tidak sedikit di bagian selatan Nusakambangan,” ucap Doni.

Melihat adanya potensi ancaman gempa dan tsunami tersebut, Doni meminta seluruh komponen pemerintah daerah administrasi Cilacap agar dapat membuat kebijakan yang merujuk kepada pelestarian alam dan lingkungan sebagai upaya mitigasi bencana berbasis ekosistem.

Apabila kawasan konservasi beralih fungsi, hal itu dapat menimbulkan permasalahan bagi keselamatan warga di wilayah selatan Cilacap dengan jumlah penduduk yang sangat padat.

“Ketika kawasan-kawasan konservasi ini beralih fungsi, ini yang kita khawatirkan bisa menimbulkan persoalan bagi keselamatan warga di wilayah Cilacap. Karena wilayah Cilacap ternyata penduduknya sangat padat,” tutur Doni.

Di samping menjaga kawasan konservasi, ia juga menaruh perhatian agar kemudian program pemulihan ekosistem sebagai upaya mitigasi bencana tersebut juga dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Dia juga menilai, apabila kawasan konservasi alam Nusakambangan dapat dijaga dengan baik, maka hal itu dapat menjadi tempat untuk penelitian lebih lanjut tentang keseimbangan alam dan pemberdayaan ekonomi.

Baca Juga : Tinjau Penanganan Erupsi Gunung Semeru, Kepala BNPB Serahkan Bantuan Rp500 Juta

“Bagaimana ke depan, program untuk pemulihan ekosistem ini nanti bisa digerakkan oleh BNPB agar bisa memberikan efek ekonomi bagi masyarakat,” jelas Doni.

“Karena ini bisa dijadikan tempat pembelajaran,” tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya