JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan bahwa sejauh ini penyelenggaraan pilkada berjalan relatif aman. Namun dia malarang arak-arakan pendukung paslon usai pencoblosan.
“Tahapan penghitungan suara masih berlangsung. Nanti juga penetapan pasangan calon terpilih. Setelah itu ada kemungkinan sengketa pemilu. Dan terakhir mungkin adalah pelantikan,” katanya saat konferensi pers, Kamis (10/12/2020).
Dia meminta agar di tahapan berikutnya tidak ada kegiatan pengumpulan massa. Pasalnya hal ini bisa berdampak pada penularan covid-19.
“Nah di tahapan-tahapan lanjutan ini saya minta kepada semua pihak untuk tidak melakukan pengumpulan masa dalam bentuk apapun. Apalagi yang berpotensi penularan Covid-19. Keselamatan rakyat nomor satu,” ujarnya
Baca Juga : Viral, Video Simpatisan Paslon Pilkada Berlari 5 Km Tunaikan Nazar
Baca Juga : KPK Ingatkan Kepala Daerah Terpilih Tak Manfaatkan Jabatannya
Tito pun secara tegas melarang adanya kegiatan deklarasi dan arak-arakan. Dia meminta semua pihak menunggu hasil resmi dari KPU.
“Jadi tidak boleh euforia, tidak ada deklarasi, tidak ada konvoi-konvoi, tidak ada arak-arakan,” tegasnya
“Kemudian kita tunggu saja hasil resmi dari KPU. Kita tunggu hasil resmi dari otoritas yang berwenang. Exit polling, quick count, itu bisa menjadi indikator tapi bukan penentu. Penentunya adalah hasil penghitungan suara resmi dari otoritas resmi yaitu jajaran KPU,” pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)