Reshuffle Kabinet, Apa Saja Janji 6 Menteri Baru Jokowi?

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 24 Desember 2020 07:58 WIB
Jokowi dan 6 menteri baru di Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

3. Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi menduduki jabatannya. Setelah pagi tadi telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dan telah dilangsungkan “Serah Terima Jabatan Menteri Agama RI” dari Menag sebelumnya, Fachrul Razi yang berlangsung secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Dalam sambutannya, Gus Yaqut sapaan akrabnya mengutip dari kata-kata dari Presiden Indonesia 1999-2001, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disampaikan oleh Menag periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifudin bahwa Kementerian Agama seperti pasar.

“Saya ingat mungkin waktu pak Lukman Hakim Saifudin, Saya dengar dulu ketika beliau masuk ke Kementerian ini, pertama beliau menceritakan bagaimana Gus Dur berseloroh soal Kementerian Agama, ini populer sekali. Gus Dur mengatakan yang diulang oleh pak Lukman Hakim, ‘Kementerian Agama itu seperti pasar, semua ada kecuali agama itu kata Gus Dur’,” ungkap Gus Yaqut salam sambutannya.

Gus Yaqut pun ingin membuktikan bahwa Kementerian Agama harus menjadi Kementerian semua agama. “Ini waktunya kita membuktikan bahwa Kementerian Agama ini bukan hanya Kementerian Agama. Tapi Kementerian semua agama. Sehingga yang disebut oleh Gus Dur ya ini, pasar agama-agama ini ada di Kementerian Agama. Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi semua agama ada di Kementerian ini,” tegasnya.

Gus Yaqut pun ingin menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi. “Kita tunjukkan kepada publik, Saya katakan kemarin di Istana Negara dan tadi juga Saya sampaikan kepada bapak Presiden, saya hanya ingin menjadikan melalui Kementerian Agama ini, saya ingin menjadikan agama ini sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Itu kalau di breakdown akan luar biasa, agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.”

4. Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dilantik pada masa pandemi covid-19, tugas pertama Menkes Budi Gunadi Sadikin adalah mengendalikan wabah tersebut. Ia menyatakan pengendalian pandemi covid-19 harus dilakukan secara inklusif bersama seluruh masyarakat Indonesia agar setiap warga negara dapat kembali memulai hidup normal.

"Kemenkes tidak mungkin melakukannya secara ekslusif, kita harus melakukannya secara inklusif. Kami percaya tidak cukup pemerintah membuat program sendiri, tapi harus suatu gerakan yang dilakukan bersama sama bersama masyarakat Indonesia," ungkap Menkes Budi Sadikin dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu (23/12/2020).

Pria kelahiran Bogor ini telah lama ikut berperan mengatasi pandemi dalam membuka jaringan internasional dan mengerahkan sumber daya dalam negeri untuk pengadaan 20 alat PCR test dengan kapasitas lebih dari 10,000 test/hari atau 28 persen dari kapasitas nasional; vaksin covid-19 serta membuat sistem pelaksanaan dan distribusi vaksinas; dan obat penyembuhan (thereupatic) covid-19.

Selain itu, Menkes Budi Sadikin juga turut aktif memonitor dan mengelola 70 rumah sakit BUMN dalam penanganan covid-19 dengan salah satunya menaikkan kapasitas tempat tidur RS BUMN menjadi lebih dari 6.500.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya