Reshuffle Kabinet, Apa Saja Janji 6 Menteri Baru Jokowi?

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 24 Desember 2020 07:58 WIB
Jokowi dan 6 menteri baru di Kabinet Indonesia Maju. (Foto: Biro Pers Setpres)
Share :

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik 6 menteri baru, Rabu 23 Desember 2020, kemarin. Para menteri itu pun menyampaikan janji-janjinya untuk memajukan kementerian yang dipimpinnya. Apa saja?

1. Tri Rismaharini

Risma yang ditunjuk jadi Menteri Sosial mengaku mendapat mandat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera merealisasikan bantuan sosial (Bansos) pandemi Covid-19. Selambatnya, dirinya menargetkan pada minggu pertama Januari 2021 bansos sudah tersalurkan.

"Yang diperihtahkan bapak presiden yang pertama bagaimana realisasi bantuan untuk triwulan 4 dan nanti awal tahun 2021 januari itu minggu pertama harus bisa ke luar," kata Risma usai menjalani pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).

Mantan Wali Kota Surabaya itu mengaku akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri untuk memperbaiki data penerima bansos. Sebab, sudah pasti datanya itu setiap harinya mengalami perubahan

"Berikutnya, perbaikan data. Kami akan kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk updating data penerima bantuan karena yang memang pasti ada selisih. Karena hari ini ada yang meninggal, dan sebagainya itu yang harus kita tangani," ujarnya.

2. Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan rencana ke depan mengenai lima destinasi wisata prioritas. Apalagi, lima destinasi wisata prioritas ini juga menjadi konsen dari Presiden Joko Widodo.

Menurut Sandi, dirinya menyiapkan 5 destinasi wisata prioritas ini agar bisa cepat rampung sesegera mungkin. Mengingat, Presiden Joko Widodo pun menitipkan pesan kepada dirinya untuk segera merampungkan proyek lima destinasi wisata prioritas tersebut.

“Jadi satu tahun itu, Presiden memberikan waktu yang singkat untuk rencana penyiapan 5 super destinasi yang prioritas. Jadi destinasi super prioritas ini karena adanya pandemi juga, ini kesempatan kita berbenah dalam setiap aspek,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (23/12).

3. Yaqut Cholil Qoumas

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi menduduki jabatannya. Setelah pagi tadi telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Dan telah dilangsungkan “Serah Terima Jabatan Menteri Agama RI” dari Menag sebelumnya, Fachrul Razi yang berlangsung secara virtual, Rabu (23/12/2020).

Dalam sambutannya, Gus Yaqut sapaan akrabnya mengutip dari kata-kata dari Presiden Indonesia 1999-2001, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang disampaikan oleh Menag periode 2014-2019, Lukman Hakim Saifudin bahwa Kementerian Agama seperti pasar.

“Saya ingat mungkin waktu pak Lukman Hakim Saifudin, Saya dengar dulu ketika beliau masuk ke Kementerian ini, pertama beliau menceritakan bagaimana Gus Dur berseloroh soal Kementerian Agama, ini populer sekali. Gus Dur mengatakan yang diulang oleh pak Lukman Hakim, ‘Kementerian Agama itu seperti pasar, semua ada kecuali agama itu kata Gus Dur’,” ungkap Gus Yaqut salam sambutannya.

Gus Yaqut pun ingin membuktikan bahwa Kementerian Agama harus menjadi Kementerian semua agama. “Ini waktunya kita membuktikan bahwa Kementerian Agama ini bukan hanya Kementerian Agama. Tapi Kementerian semua agama. Sehingga yang disebut oleh Gus Dur ya ini, pasar agama-agama ini ada di Kementerian Agama. Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi semua agama ada di Kementerian ini,” tegasnya.

Gus Yaqut pun ingin menjadikan agama sebagai inspirasi bukan aspirasi. “Kita tunjukkan kepada publik, Saya katakan kemarin di Istana Negara dan tadi juga Saya sampaikan kepada bapak Presiden, saya hanya ingin menjadikan melalui Kementerian Agama ini, saya ingin menjadikan agama ini sebagai inspirasi, bukan aspirasi. Itu kalau di breakdown akan luar biasa, agama sebagai inspirasi bukan aspirasi.”

4. Budi Gunadi Sadikin

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, dilantik pada masa pandemi covid-19, tugas pertama Menkes Budi Gunadi Sadikin adalah mengendalikan wabah tersebut. Ia menyatakan pengendalian pandemi covid-19 harus dilakukan secara inklusif bersama seluruh masyarakat Indonesia agar setiap warga negara dapat kembali memulai hidup normal.

"Kemenkes tidak mungkin melakukannya secara ekslusif, kita harus melakukannya secara inklusif. Kami percaya tidak cukup pemerintah membuat program sendiri, tapi harus suatu gerakan yang dilakukan bersama sama bersama masyarakat Indonesia," ungkap Menkes Budi Sadikin dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Rabu (23/12/2020).

Pria kelahiran Bogor ini telah lama ikut berperan mengatasi pandemi dalam membuka jaringan internasional dan mengerahkan sumber daya dalam negeri untuk pengadaan 20 alat PCR test dengan kapasitas lebih dari 10,000 test/hari atau 28 persen dari kapasitas nasional; vaksin covid-19 serta membuat sistem pelaksanaan dan distribusi vaksinas; dan obat penyembuhan (thereupatic) covid-19.

Selain itu, Menkes Budi Sadikin juga turut aktif memonitor dan mengelola 70 rumah sakit BUMN dalam penanganan covid-19 dengan salah satunya menaikkan kapasitas tempat tidur RS BUMN menjadi lebih dari 6.500.

5. Sakti Wahyu Trenggono

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono berencana melakukan lawatan keliling Indonesia untuk bertemu dengan para nelayan yang ada di daerah. Kunjungan itu dilakukan untuk mendengar masalah yang dihadapi oleh nelayan di Tanah Air.

"Saya akan keliling seluruh Indonesia untuk bertemu seluruh nelayan. Dan saya ingin mendengar masalah terhadap nelayan-nelayan Indonesia, kemudian beberapa yang menjadi perhatian mereka dan harapan mereka akan mereka bisa sejahtera," ujar dia di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (23/12).

Akan tetapi, sebelum melakukan perjalanan, pihaknya akan melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan. Selain ingin melihat ruangan kerja barunya, dia juga akan bertemu dengan seluruh eselon I yang ada di kementeriannya.

"Saya langsung bekerja mau ketemu sama seluruh eselon I yang ada di sini ingin mendengar. Dan setelah ini saya pengen jalan langsung ke daerah," ujarnya.

6. M Lutfi

Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi memberikan pidato pertamanya sebagai menteri di kabinet Indonesia Maju. Dia mengatakan bahwa dirinya akan memastikan bahwa produk Indonesia bisa berkompetisi dengan baik di pasar global.

"Situasi perekonomian dunia saat ini adalah mungkin yang terlemah dari seluruh aspek baik itu dari kesehatan daya beli pengangguran dan aspek - aspek yang lain. oleh sebab itu, saya ingin memastikan bahwa barang Indonesia mempunyai kesempatan untuk berkompetisi yang baik di tingkat dunia," kata Lutfi usai dilantik di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (23/12).

Dia menyampaikan, hal itu merupakan bagian dari perbaikan ekonomi nasional. Sehingga menjadi daya ungkit baru untuk tumbuhnya pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Selain itu, dia juga akan memastikan bahwa arus barang atau produk berjalan dengan baik. Hal ini bertujuan meningkatkan kepercayaan masyarakat agar dapat memulihkan daya beli.

"Ini merupakan agenda-agenda utama yang saya akan laksanakan," ucapnya.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya