Dicky memaparkan, angka positivity rate di Indonesia 20% menunjukkan adanya situasi yang serius di tengah pandemi Covid-19 tersebut. "Artinya jangankan 20 persen pisitivity rate. Di atas 10 persen itu artinya tidak terkendali," tegas Dicky.
Baca Juga : Habib Rizieq Berpenampilan Plontos di Dalam Rutan, FPI: Itu Permintaan Sendiri
Dicky menambahkan, tingginya angka positivity rate di Indonesia berpotensi mengakibatkan banyaknya korban yang meninggal dunia.
"Pertama yang sakit. kedua kematian yang diperburuk dengan minimnya pelaporan dan deteksi. Jadi tidak ada jalan lain lagi, strateginya ada di testing, tracing, dan treatment dengan perbaikan dari kualitas datanya dan persiapan untuk PSBB total Jawa. Saya kira di kloter pertama tahun depan ini kita harua siap," pungkasnya.
(Angkasa Yudhistira)