Perawat yang Positif Covid-19 Usai Disuntik Vaksin, Mengaku Marah dan Sedih

Susi Susanti, Jurnalis
Jum'at 08 Januari 2021 15:11 WIB
Foto: Reuters
Share :

Kendati demikian, dia mengatakan dirinya mengerti jika tenaga medis akan mendapatkan prioritas untuk suntikan vaksi yang kedua.

“Saya merasa sangat yakin bahwa pekerja garis depan perlu diprioritaskan karena sangat mudah menular dan kami tidak tahu apa yang kami bawa pulang untuk keluarga kami,” tambahnya.

“Saya sangat gugup untuk kembali ke bangsal. Kami tidak tahu di mana posisi kami dengan vaksin kedua dan seberapa besar perlindungan yang diberikannya,” bebernya.

Dia juga mengaku kecewa dengan manajer rumah sakit dan mengatakan hal ini telah mempengaruhi keluarganya.

“Saya telah melihat betapa buruknya hal ini mempengaruhi keluarga saya. Saya ingin orang-orang melihat apa yang kami hadapi dan betapa tidak terlindungnya kami,” katanya.

“Saya merasa keluarga saya dikecewakan. Seharusnya ada peluncuran untuk keluarga pekerja garis depan, terutama yang memiliki anak,” urainya.

“Perawat banyak bersedih, merasa tidak terlindungi dan tidak didukung,” ujarnya.

Terkait hal ini, dewan kesehatan mengatakan vaksinasi menawarkan perlindungan terbaik yang kami miliki, tetapi tidak ada vaksin yang 100% efektif”.

Sementara itu, Asosiasi Tenaga Medis Inggris (BMA) di Cymru Wales, mengatakan tidak ada bukti yang mendukung menunggu 12 minggu untuk dosis vaksin kedua.

Mereka juga menyatakan keprihatinan tentang lamanya waktu antar dosis.

Ketua BMA Dr David Bailey, mengatakan rencana itu menempatkan orang pada risiko.

“Kami juga sangat prihatin vaksin Pfizer memiliki data yang buruk untuk vaksin pertama yang mencegah penularan,” ujarnya.

“Keluarga kami tidak memilih untuk terpapar Covid dalam dosis yang jauh lebih tinggi, jadi kami merasa benar bahwa kami harus melindungi petugas kesehatan dan keluarga mereka,” ungkapnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya