Baca Juga: Casing CVR Terlepas, Basarnas Sebut Bagian Inti Terbuat dari Bahan Kuat
Dikatakan Hery, untuk menguatkan keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pihaknya pun memberikan layanan pendampingan psikologis. Hal itu dilakukan untuk mencegah keluarga korban agar tidak trauma menghadapi musibah kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air.
Dia melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu data-data sekunder sebagai tambahan dalam proses identifikasi korban dari pihak keluarga. Data yang dibutuhkan antara lain foto, catatan medis, dan barang pribadi korban.
"Pagi ini kami membentuk pemeriksaan 4 meja di postmortem, untuk melakukan (pemriksaan) dua kantong (jenazah) yang terakhir kemarin ditemukan," ungkapnya.
(Arief Setyadi )