Tracing Positif Covid-19, Doni Monardo Ibaratkan Menangkap Harimau di Luar Kandang

Binti Mufarida, Jurnalis
Minggu 28 Februari 2021 14:51 WIB
Covid-19 (Foto:Dok Okezone)
Share :

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengatakan, saat ini dalam rangka tracing untuk menemukan kasus positif Covid-19, dapat diibaratkan seperti menangkap Harimau di luar kandang.

“Saya mengibaratkan kalau testing itu ada yang positif adalah seperti kita menangkap Harimau di kandang. Nah, sekarang bagaimana harimau yang berada di luar kandang,” ungkap Doni dalam Rapat Koordinasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 secara virtual, Minggu (28/2/2021).

Sehingga, kata Doni, tugas para tracer diharapkan bisa menemukan kontak kasus positif Covid-19. Jika diibaratkan, katanya, seperti menangkap harimau di luar kandang lalu memasukkan ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya.

Baca Juga: Menkes Targetkan 38 Juta Orang Divaksin Covid-19

“Tugas tracing inilah yang nantinya diharapkan bisa mengembangkan dan juga menangkap Harimau yang di luar kandang itu lantas memasukkannya ke kandang agar tidak membahayakan yang lainnya,” kata Doni.

Doni mengatakan analogi ini didapatkannya dari Kepala Laboratorium Universitas Andalas, dr. Andari. “Jadi, sini analogi yang saya kutip dari penjelasan Doctor Andani yaitu Kepala Laboratorium Universitas Andalas. Beliau salah satu kepala laboratorium yang sangat agresif melakukan tracing dari awal,” katanya.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Buatan Johnson & Johnson's Disetujui AS

Seharusnya, kata Doni, upaya tracing agresif sejak awal yang dilakukan oleh dr. Andani ini harusnya dijadikan pola kerja untuk menemukan kasus Covid-19 sejak awal. “Harusnya apa yang sudah dilakukan oleh dokter dan ini kita jadikan sebagai pola kerja kita agar mereka yang kontak erat tadi bisa dilakukan karantina.”

Doni pun menjelaskan kenapa kontak erat ini harus dilakukan karantina, karena mereka bisa berperan sebagai orang tanpa gejala (OTG) yang bisa saja menulari kelompok rentan. “Kenapa demikian karena orang yang kontak erat ini berperan sebagai OTG atau orang tanpa gejala. 85% penularan bisa jadi dilakukan oleh mereka tanpa gejala. Dan ini sangat membahayakan kelompok rentan.”

“Siapa kelompok rentan? Adalah lansia, mereka yang usianya 60 tahun. Dan mereka yang punya komorbid. Kalau bisa kita lindungi dari OTG, maka resikonya akan semakin kita kurangi,” papar Doni.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya