AMERIKA - Badan Pangan dan Obat-obatan AS (Foods and Drugs Administration/FDA) pada Sabtu 27 Februari 2021, secara resmi mengizinkan penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) yang dikembangkan oleh Johnson & Johnson’s.
Atas persetujuan tersebut, vaksin buatan Johnson & Johnson’s bisa mulai digunakan untuk vaksinasi secepatnya pada Senin 29 Februari 2021.
Baca juga: 3,5 Juta Vaksin untuk Swasta, 6.644 Perusahaan Daftar Vaksinasi
Menurut hasil studi yang dilakukan di tiga benua, vaksin Johnson & Johnson 85% efektif untuk melawan penyakit serius, rawat inap, dan kematian akibat Covid-19. Vaksin itu memberikan perlindungan bahkan di negara-negara di mana varian Afrika Selatan tersebar.
Baca juga: BPOM Diimbau Dorong Pengembangan Vaksin Nusantara seperti Halnya Sinovac