“Perubahan paling terasa dari segi komersial. Pendapatan kami menjadi tambah tinggi. Jadi, ketika bergabung dengan GrabFood, omzet kami per harinya selalu naik. Dari GrabFood, omzet per hari saja sebanyak 50 - 60%. Sisanya penjualan dari dine-in,” ujarnya..
Ini artinya, transaksi 9.000 dari total 15.000 tusuk sate berasal dari hasil kerja sama dengan GrabFood.
Beberapa menu Sate DJ pun sontak hits dalam aplikasi Grab, Salah satunya Sate Ayam Pedas Sedang. Menu tersebut diakui Munip sangat laku di GrabFood.
Banyak keuntungan lainnya yang dirasakan Munip, adalah banyak mitra pengemudi Grab yang terbuka dan menjalin komunikasi yang baik dengan para pegawai Sate DJ. Hal ini menunjukkan kesesuaian prinsip pelanggan adalah keluarga yang dijunjungnya.
“Dengan kami bergabung dengan Grab, banyak driver sekitar yang jadi semakin welcome dengan kami. Mereka juga bahkan membantu mensosialisasikan Sate DJ terhadap pelanggan mereka,” tambahnya.
Setiap kali usahanya yang buka dari jam 17.00 WIB hingga 01.30 WIB ini, selalu penuh dengan antrean mitra pengemudi Grab. Karena itulah, dirasa perlu menambah 5 pegawai yang khusus melayani pesanan dari pelanggan GrabFood.