Kisah Raja Majapahit Dipenggal Kepalanya dalam Perang Saudara

Doddy Handoko , Jurnalis
Kamis 11 Maret 2021 09:31 WIB
Candi Arimbi di Jombang peninggalan kerajaan Majapahit.(Foto:Okezone)
Share :

Dalam kitab Negatakertagama disebutkan Hayam Wuruk meninggal dunia pada 1389. Penerus takhta Majapahit adalah Wikramawardhana, menantu Hayam Wuruk, suami dari Kusumawardhani, putri Hayam Wuruk dari permaisuri.

Kepemimpinan Wikramawardhana mendapat perlawanan dari Bhre Wirabhumi , putra Hayam Wuruk dari istri selir.

Wikramawardhana menguasai bagian keraton barat Majapahit. Sedangkan, Bhre Wirabhumi memimpin keraton bagian timur.

Baca Juga: Cerita Timun Emas Menggambarkan Manusia Purba Kanibal?

"Tahun 1405, terjadi perang antara pihak Wikramawardhana melawan kubu Bhre Wirabhumi yang kemudian disebut sebagai Perang Paregreg,"ujar .P.N.A. Masud Thoyib, Pengageng Kedaton Jayakarta.

Pranoedjoe Poespaningrat dalam buku Kisah Para Leluhur dan yang Diluhurkan: Dari Mataram Kuno sampai Mataram Baru (2008) menyebutkan bahwa Perang Paregreg satu diamtara faktor penyebab kemunduran Majapahit.

Baca Juga: Gayatri Rajapatni, Kisah Kecantikan Putri Majapahit Bagai Cleopatra

Perang Paregreg merupakan peperangan yang terjadi antara Majapahit istana barat yang dipimpin Wikramawardhana, melawan istana timur yang dipimpin Bhre Wirabhumi. Perang ini terjadi pada 1404-1406 dan menjadi penyebab utama kemunduran Majapahit.

Perang Paregreg diawali dengan pemberontakan Bhre Wirabumi atau Urubisma, Adipati Blambangan, yang masih putra Prabu Brawijaya dari selir.

Pemberontakan Urubisma ini melahirkan legenda Damarwulan yang sangat terkenal sebagai salah satu lakon kethoprak . Urubisma tidak berhasil menegakkan panji kerajaan di kadipatennya, namun setelah itu meletuslah pemberontakan oleh adipati yang lain.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya