Putus Mata Rantai Covid-19, Satgas: Pemerintah Fokus Perbaiki Strategi Deteksi

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 17 Maret 2021 13:00 WIB
Covid-19.(Foto:Dok Okezone)
Share :

Target ketiga, menggiatkan kegiatan WGS surveilans genomik untuk mendeteksi strain virus Sars Cov-2. Dengan cara memperluas kolaborasi laboratorium pelacakan sequences khususnya pada daerah ditemukan varian baru, dan memasifkan proses subsmission atau pemasukan data spesimen ke GISAID.

"Terakhir sebaik apapun WGS dan upaya testing serta tracing yang dilakukan pemerintah menjadi tidak berarti apabila masyarakat masih memberikan peluang bagi virus memperbanyak diri dengan tidak disiplin terhadap protokol les ahatan," lanjut Wiku.

Disamping itu, saat ini tersedia data real time pelacakan Genome virus influenza tingkat global, termasuk virus Sars-Cov2. Data ini dapat diakses publik melalui paltform yang dikelola organisasi nirlaba internasional, Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID)

Platform ini mengandung urutan genetika dan persebarannya secara geografis, data klinis, dan episemiologis terkait virus yang menular ke manusia, data spesifik penyebab influenza terkait virus yang menjangkiti hewan. Saat ini platform GISAID, selain untuk mengetahui sebaran virus influenza, juga untuk mengetahui persebaran virus Covid-19 atau Sars Cov-2.

"Tujuannya membantu para peneliti memahami bagaimana virus Covid-19 berubah atau bermutasi, berevolusi penyebarannya selama epidemi, terjadi peningkatan mendadak kasus di suatu daerah ataupun pandemi di penyebaran besar di lintas negara," lanjut Wiku.

GISAID mengumpulkan data dunia dari laporan masing-masing negara, sehingga kekayaan data GISAID pun bergantung pada tingginya intensitas pelaporan WGS dari tiap negara. Dengan tekonologi interface analisis internal, maka dapat diketahui jenis mutasi dari sequence yang dilaporkan. Proses inilah yang dapat menelusuri persebaran kemunculan mutasi dan mutasi DNA varian yang dihasilkan.

Hal ini sangat berguna untuk meningkatkan kesiapan secara global dalam menyusun kebijakan dalam membendung semakin menjamurnya mutasi, amupun mencegah imported cases masuk ke suatu negara. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan dan Bekerjasama kemenristek BRIN telah mengembangkan surveilans genomik. Sequencing genomik yang dilakukan semakin meningkat. Per 16 Maret 2021.

Sudah dikumpulkan 566 sqeuences dengan 533 adalah sequences lengkap hasil temuan dari kolaborasi 15 lab seluruh Indonesia. Sample yang diuji secara khusus ini diambil dari sampel pelaku perjalanan luar negeri, dan kasus luar biasa yang ditemukan puskemas ataupun rumah sakit.

Selain itu, Who sedang mengembangkan teknologi WGS terkini yaitu meta genomik Sequencing, untuk menghasilka identifikasi pelacakan dalam hitungan jam atau hari. "Dan teknologi ini mampu menggambarkan karakteristik patogen baru tersebut," lanjutnya.

(Sazili Mustofa)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya