Ma'ruf memandang, tindakan ini tidak sesuai dengan ajaran islam karena islam tidak mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak (ikrahiyyan) di dalam dakwahnya dan juga dalam memperjuangkan aspirasi melawan ketidakadilan.
Baca juga: Serangan Bom Makassar, Ma'ruf Amin: Pemerintah Terus Upayakan Kontra Radikal
Sebaliknya, islam mengajarkan cara-cara yang santun (layyinan), dan dilakukan dengan cara-cara nasihat yang baik (mau’izhah hasanah), serta berdialog dengan cara-cara yang terbaik (mujadalah billati hiya ahsan).
"Cara berfikir sempit seperti itu menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," tutur dia melanjutkan.
(Qur'anul Hidayat)