Legiun Mangkunegaran berada pada posisi sebagai satuan militer yang membantu Prancis-Belanda, Inggris semasa Raffles dan Hindia Belanda.
Dalam perang Napoleon, 1908-1811, Legiun Mangkunegara berada di kubu Prancis-Belanda menghadapi Inggris. Namun oleh Raffles kemudian Legiun ini dijadikan tentara yang membantu Inggris.
Sejarawan Asvi Warman Adam mengatakan kedudukan Legiun Mangkunegaran lebih baik tidak dilihat secara hitam putih. Tetapi dilihat dari aspek profesionalitas dan bukan hanya sekedar nasionalisme karena nasionalisme mereka adalah Legiun itu sendiri.
Legiun Mangkunegaran merupakan prajurit profesional pertama di Nusantara. Prajurit Mangkunegaran disebut prajurit profesional karena mendapat pendidikan Eropa dan hanya bekerja sebagai prajurit saja dan ketika pensiun juga mendapatkan dana pensiun. Walaupun, prajurit Mangkunegaran juga digunakan VOC saat berperang.
(Qur'anul Hidayat)