Eks Komandan Kapal Selam Nuklir Inggris: KRI Nanggala 402 Mungkin Tak Akan Ditemukan

Muhaimin, Jurnalis
Kamis 22 April 2021 11:46 WIB
Ilustrasi. (Foto: Dok. Okezone)
Share :

LONDON - Mantan komandan kapal selam nuklir Inggris Ryan Ramsey mengungkapkan pendapatnya mengenai insiden hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 Indonesia di Perairan Bali. Pencarian terhadap kapal selam buatan Jerman itu masih berlangsung hingga hari ini, Kamis (22/4/2021).

"Jika sesuatu telah terjadi, sangat tidak mungkin Nanggala 402 akan ditemukan," katanya kepada The Sun, Kamis.

“Fakta bahwa dia (KRI Nanggala 402) tidak mencapai pangkalan, selama jendela komunikasi rutin juga menunjukkan bahwa dia telah tersesat," ujarnya.

BACA JUGA: Singapura Kirim Kapal MV Swift Rescue Bantu Pencarian KRI Nanggala 402

Ramsey mengatakan, biasanya jika ada masalah, kapal akan muncul ke permukaan. Jadi, entah kapal itu tidak dapat muncul ke permukaan atau sesuatu yang sangat dramatis terjadi secara instan.

Tipe kapal selam yang hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) itu adalah kapal buatan Jerman yang telah melayani lebih dari selusin Angkatan Laut di seluruh dunia selama setengah abad terakhir.

KRI Nanggala 402 seberat 1.300 ton adalah kapal selam serang diesel-listrik Type 209. Pembangunannya dimulai pada 1978 dan Indonesia menerima pengiriman pada Oktober 1981.

"Itu adalah kapal selam klasik," kata Wakil Laksamana Angkatan Laut Prancis Antoine Beaussant kepada AFP. "Itu memiliki tingkat keselamatan turun 250 meter, dan jika turun ke kedalaman 700 meter kemungkinan akan putus," katanya lagi.

BACA JUGA: Ini Detik-Detik Kronologi Kapal Selam KRI Nanggala 402 Hilang Kontak di Perairan Bali

KRI Nanggala dipasang kembali pada tahun 1989 di Jerman dan kemudian pada tahun 2012 di Korea Selatan, dengan sebagian strukturnya diganti dan ditingkatkan ke sistem propulsi, sonar, dan persenjataannya.

Menurut laporan Janes—media yang berspesialisasi dalam informasi militer—, Angkatan Laut Indonesia memiliki kapal selam lain dengan model yang sama, KRI Cakra. Selain itu juga memiliki tiga model Type 209 berbeda yang dibangun baru-baru ini di Korea Selatan dan Indonesia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya