Terminal Baranangsiang Bogor Mulai Terapkan Tes GeNose Hari Ini

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis
Sabtu 01 Mei 2021 15:59 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

BOGOR - Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, mulai menerapkan pemeriksaan Covid-19 dengan tes GeNose untuk penumpang bus pada hari ini, Sabtu (1/5/2021). Tes ini dilakukan secara acak dan gratis untuk mengantisipasi dini penyebaran Covid-19.

Kepala Terminal Baranangsiang Kota Bogor Moses Lieba Ary mengatakan, alat tes GeNose ini disiapkan dari Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan sebanyak 500 kantong udara. Dengan target 50 orang setiap hari.

"Kita mendapat bantuan dari BPTJ Kemenhub kurang lebih 500-an. Kita akan melakukan random untuk tiap-tiap penumpang, sopir, dan kondektur," kata Moses.

Dalam pelaksanaanya di Terminal Baranangsiang, tes GeNose ini lebih diperuntukan bagi penumpang bus jarak jauh atau Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sejauh ini, belum ditemukan adanya penumpang, sopir, maupun kondektur yang positif Covid-19 berdasarkan hasil tes GeNose.

Baca juga: Jelang Larangan Mudik, Penumpang Bus di Terminal Baranangsiang Bogor Melonjak

"Harusnya sekitar 50 orang perhari. Hanya dengan keadaan awal ini masih memilah orang-orang mana yang tidak berpuasa dan mana yang berpuasa. Karena 80 persen (penumpang) berpuasa. Sampai siang tadi baru 8 orang hasilnya negatif," jelasnya.

Nantinya, bagi penumpang yang hasilnya negatif akan diberikan semacam barcode telah menjalani tes GeNose. Tetapi, bagi yang hasilnya positif langsung dikordinasikan dengan Satgas Covid-19 Kota Bogor.

Baca juga: Rapid Test Antigen Sasar Awak Bus dan Calon Penumpang di Terminal Baranangsiang

"Tujuannya sesuai anjuran pemerintah untuk protokol kesehatan di dalam angkutan penumpang antisipasi mudik bamlnyak yang sudah melakukan perjalanan. Jadi kami coba tes secara acak untuk mengurangi penyebaran atau meminimalisir covid-19," ungkapnya.

Di sisi lain, tambah Moses, kondisi penumpang di Terminal Baranangsiang saat ini menjelang larangan mudik Lebaran mulai tanggal 6 Mei masih fluktuatif. Tetapi, semua masih dalam tahap yang normal.

"Dikatakan ledakan penumpang belum ada. Istilahnya masih reguler atau normal. Bisa misalnya hari ini naik, tapi besok turun drastis jadi fluktiatif. Memang sedikit lebih banyak perjalanan AKDP, disusul AKAP namun tetap paling tinggi Jabodetabek," tukasnya.

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya