Polemik Jalur Sepeda Permanen, DPR: Jangan Sampai Harley Minta Jalur Khusus

Kiswondari, Jurnalis
Rabu 16 Juni 2021 17:31 WIB
Ilustrasi (Dokumentasi Okezone)
Share :

JAKARTA – Dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, sejumlah Anggota dan Pimpinan Komisi III DPR menyoroti soal masalah sepeda yang semenjak pandemi Covid-19 ini menjadi sorotan publik. Seperti misalnya soal jalur sepeda permanen dan perselisihan antara pesepeda dan pengguna jalan lain.

“Mohon kiranya pak Kapolri evaluasi tentang jalur permanen sepeda yang sudah ada di Sudirman-Thamrin, jangan sampai ada isu tentnag diskriminasi baik sepeda roadbike dan sepeda seli (sepeda lipat),” kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni di Ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Menurut Sahroni, persoalan ini sampai memecah belah sesama pengguna jalan, bahkan muncul perkataan yang tidak pantas disampaikan oleh salah satu komunitas. Padahal, sangat disayangkan karena pesepeda hanya menggunakan jalan selama 2 jam saja, sementara 22 jam lainnya digunakan oleh pengguna jalan lain.

“Sayang disayang bahwa ini adalah jalan umum yang para pesepeda pada saat sekarang hanya makan waktu hanya dua jam, 22 jam dipake pengguna lain,” ujarnya.

Pembina ASC Cycling ini khawatir bahwa komunitas pengendara lainnya, seperti misalnya motor superbike akan meminta fasilitas jalan khusus seperti sepeda.

“Jangan sampai nanti jalur permanen semua pelaku hobi motor bikin minta juga kepada pemerintah jalur motor khusus kayak Harley dan superbike,” ucap Sahroni.

Oleh karena itu, Sahrini meminta agar Kapolri dan jajarannya, khususnya Korlantas Polri untuk mengevaluasi jalur sepeda permanen dan membongkarnya bila perlu.

“Bila perlu dibongkar dan semua pelaku jalan bisa menggunakan jalan tersebut. Bilamana ada risiko ditanggung masing-masing di jalan yang ada di Sudirman-Thamrin,” tutupnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya