Epidemiolog: Belum Ada Bukti Ilmiah Ivermectin Bisa untuk Obat Covid-19

Pradita Ananda, Jurnalis
Jum'at 02 Juli 2021 17:39 WIB
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Polemik terkait obat Ivermectin yang tengah ramai diburu masyarakat Indonesia, karena dipercaya sebagai obat dewa yang bisa digunakan untuk mengobati pasien Covid-19 sangat disayangkan oleh Epidemiolog UI, Pandu Riono.

Dengan tegas Pandu menyebutkan bahwasanya obat Ivermectin yang sejatinya beredar sebagai obat cacing tersebut, adalah obat keras yang jika pemakaiannya tak sesuai maka bisa jadi obat yang merugikan.

“Ini adalah obat keras, obat bisa merugikan dalam pengertian harapannya bisa memberikan manfaat tapi bisa merugikan kalau pemakaiannya tak sesuai dengan indikasi dan dosis yang sesuai,” ujar Pandu Riono dalam konferensi pers Penggunaan dan Pengawasan Peredaran Ivermectin Badan POM, Jumat (2/7/2021).

Baca Juga:  BPOM Ungkap Ivermectin PT Harsen Dibuat dari Bahan Baku Ilegal, Berikut Pemaparannya

Pandu menyebutkan, merujuk pada pedoman WHO, obat Ivermectin ini disarankan dipakai dalam rangkaian uji klinis yang baru saja dimulai.

“WHO menyarankan ini dipakai dalam rangkaian uji klinis, ini dilakukan di Inggris pada orang-orang terdaftar yang isolasi di rumah, tidak di rumah sakit tapi termonitor. Belum ada bukti yang menyatakan obat ini bisa diklaim secara scientific sebagai terapi pengobatan Covid-19,” tegasnya.

Pandu mengimbau masyarakat untuk jangan langsung percaya dengan klaim obat-obatan yang belum tentu benar.

“Kita harus skeptic jangan langsung muda percaya, jangan percaya dengan klaim-klaim obat yang belum tentu benar tanpa riset dan penelitian yang baik dan terpercaya,” pungkas Pandu Riono.

Baca Juga: Selain Ibu Hamil, Ivermectin Juga Tak Bisa untuk Tangani Anak Covid-19

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya